• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Komite 1 DPD RI Bahas Materi RUU Daya Saing Daerah dan Awasi Pemilu

11 January
19:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Sesuai dengan tugas konstitusionalnya, seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI diminta untuk turun bersilaturahmi dengan warga masyarakat yang menjadi konstituennya, dan menampung aspirasi-aspirasi mereka.

Komite I DPD RI mendapatkan tugas untuk melakukan inventarisasi terhadap materi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daya Saing Daerah dan pengawasan atas pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada April 2019ini.

Senator Muda Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief dalam pernyataannya mengungkapkan, RUU Daya Saing Daerah digagas untuk mewujudkan percepatan pembangunan dan meningkatkan pendapatan ekonomi daerah.

"Percepatan pembangunan dan upaya meningkatkan pendapatan ekonomi daerah ini akan berjalan dengan efektif, bilamana disesuaikan dengan potensi sumber daya yang dimiliki oleh Bengkulu," kata Senator Riri kepada jurnalis, Jumat (11/1/2019).

Perempuan yang mendapat gelar Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Kecamatan Tapus Kabupaten Lebong ini menjelaskan, Bengkulu memiliki banyak potensi sumber daya yang potensial untuk digarap agar pendapatan ekonomi daerah dapat meningkat, menghasilkan banyak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga memiliki modal yang cukup untuk melakukan percepatan pembangunan.

"Salah satu yang paling menonjol adalah sektor pariwisata yang sejak tahun 2015 kemarin, terus mengalami pertumbuhan hingga mencapai 200 persen. Ini pertumbuhan yang menggembirakan," ungkap Senator Riri mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, tak hanya di Kota Bengkulu, potensi besar sektor pariwisata tersebut menyebar di seluruh kabupaten se-Provinsi Bengkulu.

"Dana Desa mulai dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa khususnya untuk membangun berbagai infrastruktur dasar di dekat objek-objek wisatanya seperti air terjun, danau, gunung, sungai dan lain-lain," tutur Senator Riri.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini berharap Pemerintah dapat mewujudkan komitmennya untuk mengalokasikan anggaran untuk kemajuan pariwisata di Provinsi Bengkulu.

"Saya optimis ke depan akan semakin banyak kunjungan wisatawan ke Provinsi Bengkulu. Saya mengimbau bagi desa-desa yang dapat Dana Desa dan kelurahan-kelurahan yang mendapat alokasi Dana Kelurahan bisa melirik ini sebagai potensi yang menjanjikan dengan cara meningkatkan infrastruktur, sarana dan prasarana demi menarik minat wisatawan ke tempatnya masing-masing," sampai Senator Riri.

Lebih jauh Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini menambahkan, selama ini perekonomian Bengkulu terlalu bergantung dengan ekspor bahan mentah dari sektor perkebunan. Padahal, kata dia, sektor ini rentan karena ketidakstabilan perekonomian internasional.

"Lebih baik garap yang lebih pasti. Gunakan anggan untuk mendorong kemudahan akses transportasi, terpenuhinya pelayanan dasar, pelayanan umum serta dukungan akses internet untuk mempromosikan pariwisata yang kita miliki. Ini cara efektif untuk meningkatkan daya saing sesuai dengan potensi yang kita miliki," demikian Senator Riri.

Untuk diketahui, pada akhir tahun lalu Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu menggelar pertemuan tahunan untuk membahas kemajuan Provinsi Bengkulu dari beberapa sektor unggulan dan kemajuan potensi kemajuan daerah pada tahun mendatang.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan bahwa saat ini Bengkulu ditempatkan sebagai Provinsi dengan predikat Platinum karena merupakan daerah dengan investasi strategis dan paling potensial berkembang.

Buktinya, kata Gubernur, Pada Indonesia Attractiveness Award 2018 Bengkulu raih predikat tertinggi karena upaya meningkatkan investasi, infrastruktur pariwisata dan pelayanan publik.

“Saya optimis ekonomi Bengkulu akan tambah dahsyat, jika status bandara, pelabuhan, kereta api dan jalan tol ditingkatkan sebagaimana yang selama ini telah menjadi program Pemerintah Provinsi Bengkulu yang membutuhkan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat,” tutupnya. (rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00