• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kombes Pol. Nugroho Aji Pimpin BNN Bengkulu, Prioritaskan Program P4GN

5 May
17:46 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Mantan Wakapolda Jambi Kombes Pol. Drs. Nugroho Aji Wijayanto secara resmi memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, menggantikan Brigjen Pol. Drs.Beny Setiawan, SH yang pindah tugas ke Mabes Polri.

Usai acara pisah sambut, Kepala BNNP Bengkulu yang lama Brigjen Pol. Beny Setiawan mengharapkan, pimpinan yang baru dapat melanjutkan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan lebih baik lagi.

"Saya yakini pimpinan BNNP Bengkulu yang baru Nugroho Aji bisa lebih dari saya, karena pengalaman nya sudah banyak," ujarnya, Jumat, (5/5/2017).

Sementara itu, Kepala BNNP yang baru Kombes Pol Drs. Nugroho Aji Wijayanto, MH menyatakan, pihaknya siap meneruskan program P$GN di wilayah hukum Provinsi Bengkulu yang telah dikerjakan oleh pendahulunya.

"Saya sebagai pejabat baru akan menenruskan program P4GN dari pejabat yang lama. Program ini sangat bagus, dan kita akan menjalankan dengan baik," katanya.

Lebih jauh dikatakan Kombes Pol Nugroho, lantaran masih baru, tentu banyak yang belum diketahuinya kasus apa yang menjadi prioritas untuk segera ditangani. Tetapi dijanjikannya semua kasus yang ditangani BNNP Bengkulu segera dipelajari sesuai dengan tupoksi.

"Tugas kita mencegah, menangani, memberantas dan menyidik. Kita akan berkoordinasi dengan Kapolda, Kemenkumham dan semua pihak terkait. Kita saling mendukung," terangnya.

Selain itu dijelaskan Nugroho, hal lain yang menjadi program prioritasnya akan membangun kantor yang baru. Mengingat kantor yang ditempati sekarang ini merupakan aset milik Pemda Provinsi Bengkulu.

"Kita inikan dipinjamkan Pemda, nanti akan kita bangun kantor perwakilan dari pusat yang lebih represtatif. Ada ruang tahanan, ruang pemeriksaan dan ruang rehab," paparnya.

Disamping itu terkait razia narkoba terhadap sipir atau petugas keamanan, ditambahkan Nugroho, tentu orang yang ditangkap harus ada barang bukti. Tetapi jika tidak ada barang bukti akan dilakukan tes urine oleh tim Asesment Terpadu.

“Te situ untuk mengetahui apakah yang bersangkutan ketergantungan, pemakai awal atau dimanfatkan oleh Bandar, Sehingga tidak serta mertah dijadikan pengedar,” tutupnya.(rep/red)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00