• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan Kriminal

Malang Nasib ASN Ini, Niat Bersihkan Lahan Sendiri Akhirnya Jadi Tersangka

26 January
13:27 2020
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Satuan Reskrim Polres Bengkalis kembali menetapkan pelaku pembakaran hutan dan lahan.Adapun penetapan satu tersangka ini sudah melalu gelar perkara.

Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto melalui Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan,SH,S.I.K menyampaikan bahwa pelaku yang ditetapkan tersangka telah melakukan tindak pidana kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Jalan Pattimura RT 002/RW 003 Dusun Mekar Sari Desa Palkun Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Dikatakan Andri untuk pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial SN (50 tahun) warga Dusun Mekar Sari Desa Palkun Bengkalis Ia juga pemilik lahan yang terbakar.

"Kita kembali menetapkan satu orang tersangka lagi pelaku pembakaran lahan dan hutan kali ini seorang ASN, tim kami Yang langsung saya pimpin bersama Kanit Tipidter IPTU Gunawan,SH, Kanit Pidum IPDA Fauzi, S.Tr.K, Kanitres Bengkalis Aipda Dedi Suryadi srta anggota, pada hari Sabtu 25 Januari 2020 pukul 09.00 WiB melakukan penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP) Karlahut dan Gelar Perkara penanganan penyelidikan Karlahut," kata Andrie Setiawan, Minggu (26/1/2020).

Kasat menyebutkan peristiwa karlahut tersebut terjadi pada Kamis 23 Januari 2020 pukul 14:30 WIB, dan tim penyidik telah memanggil 3 orang saksi termasuk SN pemilik lahan yang terbakar.

"Akibat perbuatan tersangka SN ini telah mengakibatkan kerugian dimana lahan yang terbakar mencapai 20 hektar lebih,"kata Kasat Reskrim lagi.

Pihak kepolisian selain telah menahan tersangka juga telah mengumpulkan barang bukti berupa 1 (satu) buah kayu terbakar, garuk tanah,. pelepah rumbia kering, parang dan tanah sisa terbakar.

Adapun kronologis lengkapnya seperti yang disampaikan kasat adalah pada Senin 20 Januari 2020 pukul 15.00 WIB, SN (pemilik lahan-red) melakukan pembakaran tumpukan pelepah daun pohon tanaman rumbia bagian belakang lahan gawangan kebun miliknya.

"Dimana tumpukan pelepah daun pohon rumbia bersama kayu dibakar pada beberapa titik di bagian belakang namun saat SN meninggalkan lahan setelah dibakar pelepah daun tanaman pohon rumbia telah dimatikan dengan di siram dengan air, namun SN tidak dapat memastikan api benar-benar telah padam saat itu," kata Kasat saat menyampaikan kronologisnya.

Dikatakan Andrie Setiawan pada Rabu 22 Januari 2020 pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB, SN kembali ke lahan miliknya, dimana pembakaran tebasan pelepah pohon rumbia yang dilakukan pada Senin 20 Januari 2020 telah dibakar SN membesar.

"Namun pada Kamis 23 Januari 2020 pukul 14.30 WIB diketahui api sudah membesar dan membakar lahan masyarakat dan lahan miliknya pada bagian belakang," kata Kasat Reskrim.

Berdasarkan keterangan SN yang juga ASN ini menyebutkan maksud dan tujuannya melakukan pembakaran tumpukan hasil tebasan daun pelepah tanaman pohon rumbia tersebut adalah supaya lahan kebunnya pada bagian belakang bersih.

Niat baik SN yang bekerja sebagai ASN ini akhirnya berurusan dengan hukum karena telah melanggar Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang No.39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan.

"SN telah kita tetapkan sebagai tersangka setelah gelar perkara pada 25 Januari 2020 kemaren dan kita lanjutkan dengan tahapan penyidikan lebih lanjut, setelah itu akan segera kita limpahkan ke Kejari Bengkalis,"pungkas Kasat lagi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00