• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Indonesia Dinyatakan Darurat Narkoba, Wagubri Ajak Seluruh Elemen Brantas Narkoba

19 November
18:00 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edi Natar Nasution menyebutkan bahwa kondisi saat ini di negara Indonesia sudah darurat narkoba hal ini dikutif Wagubri sesuai dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia.

Hal ini terbukti bahwa jumlah tahanan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkalis dari 1600 lebih narapidana (napi) 83 persen adalah kasus narkoba.

Dikatakan Edi Natar usai memberikan pengarahan dalam sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penanggulangan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau bertempat di gedung daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut Jalan Jend.Sudirman Bengkalis, pada Selasa,(19/11/2019).

Dikatakan Wagubri kegiatan ini adalah salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam antisipasi peredaran narkoba di Indonesia,"itu bagian dari program pemberantasan narkoba karena sekarang ini kita berada dalam posisi darurat itu presiden sendiri mengatakan bahwa kita dalam kondisi darurat narkoba, jadi yang kita lakukan ini adalah pekerjaan dalam program Satuan Tugas (Satgas) narkoba yang di bentuk oleh pemerintah provinsi yang isinya ada unsur dari BNN, dari pemerintah sendiri,kejaksaan, kepolisian semua tergabung disana," kata Wagubri lagi.

Dikatakan Edi ini bentuk nyata dari program tersebut ada yang mengadakan sosialisasi kepada generasi muda, tokoh masyarakat, tokoh agama semua dihimpun di setiap kabupaten dalam Provinsi Riau.

"Harapan saya dengan adanya sosialisasi ini bisa di kembangkan di setiap lingkungannya," kata Edi Natar.

"Saya juga tadi sampaikan kepada masyarakat dan Adik-adik Siswa dan Mahasiswa bahwa cara pengedar narkoba merayu adalah dengan mengatakan bahwa ini Obat Penambah Semangat Kerja dan Belajar. Dalam waktu dekat ini kami akan mengadakan Razia / Test Urine, dimulai pada ASN yang ada di Pemerintah Provinsi Riau, yang akan kami lakukan secara mendadak,"ungkap Edi Natar lagi.

Untuk pemberantasan narkoba, tentunya produksi Narkoba dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Dalam hal itu, wakil gubenur Riau juga mengajak masyarakat untuk melaporkan ke aparat penegak hukum.

"Marilah kita bersama-sama membasmi Narkoba serta jaringannya, dan mari kita jadikan dan jangan pernah takut melaporkan kepada Aparat Hukum setempat,"pungkasnya.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang diwakili Sekretaris Daerah H Bustami HY juga sangat mengapresiasi terselenggaranya sosialisasi P4GN ini yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau.

Apresiasi tersebut disampaikan Sekda dihadapan 100 orang peserta terdiri dari pelajar, Mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama di Kabupaten Bengkalis.

Sekda mengatakan kegiatan yang dilaksanakan ini sangat efektif karena Kabupaten Bengkalis memiliki wilayah strategis untuk membentengi masyarakat khususnya generasi muda agar tidak terjerumus pada narkoba dan sejenisnya.

“Kegiatan seperti ini hendaknya rutin dilaksanakan karena kami yakin dan percaya melalui sosialisasi ini akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba,”ungkap Sekda Bengkalis Bustami HY.

Bustami menambahkan pemahaman tentang bahaya narkoba harus dilaksanakan sejak dini kepada generasi penerus bangsa karena sangat rentan terhadap pengaruh pergaulan bebas.

“Kabupaten Bengkalis yang berbatasan langsung dengan negeri jiran sehingga dapat memberikan dampak masuknya narkoba di Kabupaten Bengkalis,”ungkap Bustami lagi.

Pemkab Bengkalis yang memiliki komitmen besar bersama Polres, TNI dan instansi terkait untuk terus berperan dalam melaksanakan pencegahan, peredaran dan penindakan, dan bahaya narkoba.

Hadir dalam acara pembukaan sosialisasi, Ketua DPRD Bengkalis H Khairul Umam,  Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto, Dandim 0303 Bengkalis Timmy Prasetya Harmianto dan Ketua LAMR Kabupaten Bengkalis H Zainuddin Yusuf serta tamu undangan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00