• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Pulau Bengkalis Banyak Bukti Sejarah Salah Satunya Komplek Pemakaman di Desa Pangkalan Batang

18 November
20:08 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Bukti sejarah banyak ditemukan di pulau Bengkalis ini, dan diusianya sudah lima abad bukti-bukti ini sudah terlihat jelas salah satunya penjara lama yang dibangun masa penjajahan Belanda, namun ada lagi bukti sejarah yang jauh berusia tua dari penjara lama tersebut.

Penjara peninggalan bangunan masa penjajahan Belanda atau Benteng Huis Van Behauring terletak di Jalan Pahlawan, Kota Bengkalis, Pulau Bengkalis. Konon, bangunan itu sudah ada sejak tahun 1810.

Bahkan, tidak sedikit peninggalan sejarah yang terdapat di Kabupaten Bengkalis namun keberadaannya hingga saat ini masih belum terkuak. Keberadaannya pun menjadi peninggalan abadi yang menjadi misteri untuk diungkapkan. 

Sementara keberadaan komplek pamakaman peninggalan sejarah tertua di Kota Terubuk yang ada di Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis.

Komplek makam yang hingga kini belum diketahui sejarahnya itu, terdapat puluhan makam peninggalan sejarah masa lalu.

Pemakaman yang berjarak 4 kilo meter dari Kota Bengkalis, memakan waktu 20 menit dengan mengendarai sepeda motor. 

Setibanya, di Jalan H Kitah, Desa Pangkalan Batang, menuju kearah makam, hanya ditemukan satu unit rumah yang dikenal oleh warga sebagai penjaga komplek makam hingga turun menurun.

Berjarak hampir 300 meter dari rumah juru kunci, kita  berjalan kaki menuju pemakaman yang terletak di pesisir laut.

Mata kami pun kembali dimanjakan dengan pepohonan jenis pohon hutan yang tumbuh sangat besar diatas area makam. Keteduhan pohon menghalangi terik matahari membuat suasana sejuk namun tak menghalangi serbuan nyamuk kebun yang cukup ganas.

Komplek makam yang berada di lahan 1 hektar terletak di bibir pantai laut, berhadapan dengan Desa Bukit Batu itu terdapat puluhan makam peninggalan yang penuh dengan sejarah masa lalu.

Dibuktikan dengan keberadaan batu nisan makam yang ada pada sejumlah makam tersebut mirip dengan makam tokoh besar kerajaan yang ada di Indonesai.

Puluhan makam, sebagianya terlihat memiliki nisan makam berbentuk bulat dan sebagaian lagi berbentuk pipih. Bila dilihat bukan seperti makam makam biasanya. Namun sayangnya tidak satupun terlihat ada tanda ataupun nama pada nisan nisan tersebut.

Keberadaan kami di makam tersebut, tiba tiba disambut seorang pria paruh baya. Sambil berkenalan, pria berpawakan kurus dan berbadan tinggi itu mengaku memiliki nama Ismail, merupakan warga tempatan yang menjaga pemakaman.

Pria berusia 54 tahun ini menyebut, konon nisan berbentuk bulat yang menurut bentuknya menandakan makam laki-laki. Sedangkan nisan berbentuk pipih menandakan makam perempuan. Makam ini diperkirakan berusia ratusan tahun.

"Tidak yang tahu pasti cerita atau sejarah penuh makam-makam tua ini, menurut orang tua saya dulunya disini merupakan pangkalan yang terdapat aktifitas masyarakat di sini," kata Ismail, memulai ceritanya pada Minggu, 17 November 2019 petang. 

Pria berpawakan kurus berbaju kerah putih dan bercelana hitam inipun menambahkan selama bertahun tahun warga diwariskan cerita sederhana mengatakan makam-makam itu sangat bersejarah, bahkan sebagaian kalangan menyebut didalamnya merupakan makam petinggi kerajaan atau para Raja dulunya.

"Cerite dari orang tua kita, makam ini dulunya sering diziarah oleh Petinggi Negeri ini. Bahkan, Bupati Bengkalis, Priode 1949 - 1953, M Muhammad sering berkunjung ke makam ini," ujar Ismail.

Bukti Benda Benda Antik Ditemukan Sekitar Makam.

Ismail menceritakan telah menemukan benda-benda antik yang diduga peninggalan sejarah. Barang peninggalan tersebut membuktikan adanya aktifitas disekitar pemakaman dulunya.

Benda benda tersebut berupa sepihan piring, mangkok dan guci bercorak Tiongkok, ditemukan disekitar makam.

"Kita dapatkan saat membersihkan makam dan ini bukti peninggalan sejarah, bahwa dahulunya ada aktifitas di sekitar sini," ucap Ismail semberi menunjukan serpihan benda peninggalan sejarah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00