• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pangkalan Elpiji Sebut Kuota Tetap, Tapi Kenapa Langka Elpiji 3 Kg

14 November
09:40 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Gas Elpiji 3 Kg masih sulit untuk dijumpai di kedai ataupun di Pangkalan, salah satunya terjadi di Kecamatan Bukit Batu, banyak warga yang mengeluh karena harus antri berjam-jam di daerah pangkalan, itupun jumlah gas elpiji 3 Kg terbatas.

Tolonglah, baru selesai subuh sudah antre kasian kami pak, kami rakyat kecil butuh perhatian pemangku kepentingan. Tolonglah kami, tengok-tengoklah keadaaan rakyat kecil ini," ujar Eyik, salah seorang warga Jalan Bambu Kuning, Kelurahan Pakning, Kecamatan Bukitbatu, Selasa (12/11/2019) pagi kepada salah satu media di Bengkalis.

Antrean panjang tidak dapat dihindari, ibu-ibu dan bapak-bapak demi membeli tabung gas 3 kilogram (Kg) atau gas melon di salah satu pangkalan yang berada di Kelurahan Pakning. Di daerah ini menurut warga sudah mulai terjadi kelangkaan.

"Pemilik restoran atau rumah makan yang banyak menghabiskan gas. Kalau rumah, biasa seminggu satu tabung. Kalau rumah makan, satu hari bisa habis tiga," kata Eyik lagi.

Beredar kabar, kelangkaan gas melon di daerah juga dipicu oleh oknum pangkalan yang sengaja menjual gas melon kepada masyarakat yang seharusnya, tetapi sengaja dijual ke pengusaha demi keuntungan yang besar.

"Ada oknum pangkalan yang nakal menjual diatas harga seharusnya. Kalau dengan warga dijual Rp26 ribu tetapi kalau dengan rumah makan atau yang lain dijual Rp30 ribu, dan agar tidak ketahuan warga, tabung gasnya diambil malam-malam," katanya lagi seraya meminta kepada pihak terkait untuk bertindak.

Sama halnya di Bengkalis saat wartawan mengunjungi salah satu 
Pangkalan Gas elpiji Andi Suprianto di kota Bengkalis pemilik pangkalan Andi mengatakan bahwa kuota gas elpiji 3 Kg di tempatnya tidak berkurang.

"Kalau kuota di sini tidak berkurang, cuma saya heran juga kenapa ada kelangkaan, kalau kita setiap 1 bulannya berkisar 900 tabung, tapi diantar setiap 1 minggu sekali,"kata Andi, Kamis, (14/11/2019).

Apa penyebab kelangkaan, Andi mengaku kurang jelas juga titik persoalannya, karena tidak ada pengurangan dari agen.

"Sama kuota tetap dikasi seperti biasa, cuma kalau penyebab langka itu yang kita kurang tau," katanya.

Setiap Minggu masuk berkisar 180 sampai 200 tabung tergantung dari agennya dan dijual langsung ke masyarakat dan seandainya ada yang mengambil borongan pihaknya tidak akan berikan.

"Kalau borong kita tak ngasi, dan untuk pembelian ke sinipun kita batasi dua tabung paling banyak serta sasarannya tetap pada yang berhak menerimanya," sebut Andi.

Ketika ditanya terkait teknis penjualan Andi mengakui tidak menggunakan Kartu keluarga (kk) karena yang datang ketempatnya orang yang biasa mengambil disini, terus terang Andi merasa serba salah melarang saat ada pegawai yang mengambil ditempatnya," saya serba salah juga mau melarang,padahal imbauan Bupati juga sudah tempelkan disini.

Sebelumnya dibeberapa kecamatan di Kabupaten Bengkalis seperti di Mandau juga terjadi kelangkaan, dan sudah dilaksanakan operasi pasar. 

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis mengklaim, penyebab kelangkaan dipicu oleh pengguna tabung gas melon yang tidak seharusnya terjadi. Terus meningkat atau kepada kalangan yang sudah mampu dan pengusaha.

"Kami meminta kepada seluruh pangkalan agar tidak menjual kepada masyarakat yang mampu atau pengusaha. Dan kami mengimbau kepada masyarakat yang mampu untuk tidak menggunakan gas melon ini," imbau Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Disdagperin Bengkalis, M. Jefri beberapa waktu lalu.

Meskipun sudah ada imbauan namun masih saja masyarakat menduga menemukan adanya oknum-oknum pangkalan yang "bermain" dalam distribusi gas melon itu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00