• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Cegah DBD Sejak Dini, Dinkes Sampaikan Cara Pencegahannya

1 October
09:08 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Dalam satu minggu terakhir di penghujung Bulan September hampir seluruh wilayah di Kabupaten Bengkalis telah dituruni hujan setiap harinya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra, TH, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar, SKM menyampaikan rasa syukur karena dengan turunnya hujan dapat mengatasi masalah asap akibat karhutla. 

"Namun di sisi lain, musim penghujan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya bagi masyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik. Salah satunya yang paling fatal adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dapat menyebabkan kematian," kata Alwizar, Selasa, (1/10/2019).

Dari data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, berdasaarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini Respon Puskemas, bahwa sejak satu minggu terakhir terdapat 27 kasus DBD di Kabupaten Bengkalis, dengan rincian UPT. Puskesmas Bengkalis sebanyak 4 kasus, UPT. Puskesmas Sungai Pakning sebanyak 3 kasus, UPT. Puskesmas Balai Makam sebanyak 18 kasus, dan UPT. Puskesmas Sebanga sebanyak 2 kasus.

"Kita menghimbau kepada masyarakat agar menutup rapat-rapat tempat penampungan air bersih, menguras bak mandi/wc, vas bunga, tempat minum hewan ternak dan sebagainya minimal setiap 7 hari sekali,"ungkap Alwizar lagi.

“Nyamuk Aedes aegypti ini hanya menjadikan air bersih yang tertampung sebagai tempat untuk meletakkan telurnya, tidak ada tempat lain. Oleh sebab itu kunci dari Pencegahan Penyakit DBD adalah displin dari kita semua," sebutnya.

Untuk di pahami bahwa hampir seluruh masyarakat menampung air hujan ini yang digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai sumber air minum, mencuci, memasak dan lain-lain, Alwizar mengajak untuk dispilin menutupnya, apalagi beberapa waktu yang lalu musim kemarau dan tempat penampungan air dibuka lebar-lebar berharap air hujan masuk, setelah hujan lupa untuk menutup kembali.

“Pencegahan Penyakit DBD ini domainnya ada di warga masyarakat dengan cara disiplin dalam melaksanakan 3 M, Pihak Dinas Kesehatan dan Jaringannya hanya dapat menghimbau melalui berbagai media informasi.

Dikatakan Dia pemberian Abate itu bukan lah untuk penampungan air yang rutin digunakan, tetapi adalah untuk tempat-tepat tertentu yang tidak biasa ditutup, tidak biasa dikuras, seperti kolam renang yang tinggal dan lain-lainnya.

"Setelah dan kasus DBD ada, baru domainnya di Dinas Kesehatan dan Jaringnnya untuk melakukan Pengendalian Kasus.”  Jelas Alwizar lebih lanjut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis selanjutnya berharap kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk terus memotivasi warga dalam melakukan 3 M ini di rumah masing-masing, rumah ibadah seperti mesjid, musholla, gereja, kuil, sekolah-sekolah, pesantren, pasar, pelabuhan, dan terminal termasuk juga di kantor-kantor pemerintah agar tidak ada air bersih yang menjadi tempat perindukan dan perkembangbiakan Naymuk Aedes aegypti. Agar daerah kita terbebas dari Penyakit DBD.

“Kepada seluruh UPT. Puskesmas kita harapkan agar memaksimalkan fungsi surveilans untuk memantau trend kasus dan Penyelidikan Epidemiloginya, agar dapat diketahui secara pasti dimana penderita terpapar jika memang ada kasus, kemudian mempedomani SOP Penyelidikan Epidemiologi DBD, SOP Penatalksanan Kasus DBD, SOP Pengendalian Kasus DBD, dan SOP Penanganan KLB DBD jika memang terjadi.” Tutup Alwizar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00