• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Pemerintah Jalin Kemitraan Bidan Dengan Dukun Bayi Untuk Persalinan

14 September
11:58 2019
2 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih cukup tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mencatat terdapat 7 kematian ibu, dan kematian bayi lahir mati 32 orang, neonatal (0-28 hari) 28 orang, 29 hari-11 bulan 3 orang, balita (12-59 bulan) 2 orang.

Masih terdapat kelahiran yang ditolong Dukun Bayi sebanyak 71 orang sejak Januari sampai dengan Juli 2019. Hingga saat ini jumlah Dukun Bayi di Kabupaten Bengkalis masih cukup banyak, yakni 340 orang sementara Bidan berjumlah 206 orang. Sementara itu, keberadaan Dukun Bayi di masyarakat masih sangat dihormati. 

Dinkes Kabupaten Bengkalis melaksanakan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi di Kabupaten Bengkalis ini menjadi salah satu terobosan yang bermuara untuk menurunkan AKI dan AKB. Metode yang dilakukan adalah melalui pendekatan holistik, lintas sektoral, lintas program, dan multidisiplin. Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi juga merupakan metode yang tepat karena permasalahan kesehatan merupakan permasalahan yang multi dimensi.

Kemudian, program kesehatan bisa berjalan tanpa harus meninggalkan unsur kebudayaan setempat atau dengan pendekatan kearifan lokal, peran Dukun Bayi yang masih dipercayai oleh masyarakat dan dengan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi ini memiliki peran masing-masing peran, yaitu Bidan sebagai penolong persalinan dan Dukun Bayi sebagai pendamping. 

Demikian disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Eji Marlina, S.Psi, M.Si, M.Psi, didampingi Staf Kesmas Ardiana, Amd.Keb, SKM, Kamis (13/9/2019) siang.

Dijelaskan Ardiana, Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi adalah bentuk kerja sama yang saling menguntungkan dengan prinsip keterbukaan, kesetaraan dan kepercayaan dalam upaya menyelamatkan ibu dan bayi.

Menyukseskan Program Kemitraan ini di masyarakat harus memperoleh dukungan dari lintas sektoral atau kelompok pendukung seperti pemerintahan desa (Pemdes), tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), Tim Penggerak  PKK, karena juga memegang peranan penting, mengingat basis program tersebut berada langsung di tengah-tengah masyarakat.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan persalinan dan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan melalui kemitraan Bidan dan Dukun Bayi. Sehingga setiap ibu bersalin dan bayi baru lahir memperoleh pelayanan serta pertolongan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dalam persalinan. Seluruh Dukun Bayi yang ada dilibatkan dalam satu bentuk kerja sama dan menandatangani kesepakatan atau setuju bermitra yang saling menguntungkan antara Bidan dengan Dukun Bayi," terangnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00