• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Publik

Dandim 0303/Bengkalis : Sengketa di Desa Tanjung Kapal Hanya Salah Paham

7 September
13:30 2019
4 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Peristiwa yang sempat menghebohkan yang terjadi di Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau yang viral di media sosial ternyata ada kesalahan pahaman.

Dandim 0303/ Bengkalis Letkol Inf Timmy Prasetya Hermianto menyayangkan penyebaran video yang viral di dunia maya tersebut beredar tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak keamanan di daerah tersebut yang belum jelas kebenarannya.

Dandim menyebutkan bahwa dengan beredarnya video tersebut membuat terganggunya sistem keamanan terutama di daerah ini dan meresahkan banyak pihak.

Saat di konfirmasi melalui telepon genggamnya, Santu, (7/9/2019) Letkol Timmy menjelaskan hasil pendekatan dan penyelidikan pihak kepolisian dan TNI terhadap kebenaran kondisi dilapangan.

Awalnya dikatakan Dandim bahwa video yang beredar terkait protes warga Kelurahan Tanjung Kapal terhadap pembuatan kanal di jalan yang biasa dilalui warga tidak semuanya benar.

"Video yang sudah menyebar kemana mana,tidak sepenuhnya benar jadi cendrung video itu video yang propokatif ,dan membesar besarkan permasalahan yang terjadi di pulau Rupat"kata Dandim.

Dukatakan Dandim Peristiwa yang terjadi disana sudah diselesaikan baik dari pihak Polsek,Koramil dan Lurah Tanjung Kapal.

"Saya selalu melakukan koordinasi dengan Bapak kapolres AKBP Yusuf Rahmanto, jadi dari hasil keterangan yang di kumpulkan, jadi saudara Cua Chin Heng yang disebut warga asing tersebut memang betul warga negara asing warga negara Malaysia namun yang bersangkutan sudah menikah dengan warga Kecamatan Rupat yaitu WNI yang bernama Siti Azizah dan yang bersangkutan juga punya Izin Tinggal Tetap (Itap) yang berlaku sampai 27 Juli 2020," kata Dandim Timmy Prasetya Hermianto.

Ditambahkan Dandim yang bersangkutan sudah menikah sejak tahun 1996 sudah tercatat di kantor catatan sipil Kabupaten Bengkalis.

"Cua Chin Heng dan Siti Azizah memiliki lahan sawit seluas lebih kurang 300 Ha dan tersebar di 6 titik yang berada di wilayah Kecamatan Rupat,"ucapnya.

Asal lahan yang dimilikinya adalah hasil pola kerjasama dengan masyarakat dengan sistem bagi hasil dengan pola pembagian 2:1," dua bagian untuk penyandang dana dan satu bagian untuk pemilik lahan," katanya.

Kerjasama tersebut dikatakan Timmy  atas nama Siti Azizah istri dari Cua Chin Heng.

Pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019 dikatakan Dandim, Cua Chin Heng dan didampingi Zamruddin melakukan penggalian parit atau kanal yang berada di Kampung Delik Rupat dengan menggunakan alat berat yang bermerk luar dan lahan yang di gali tersebut pemiliknya Siti Azizah seluas 66,5 Ha yang merupakan kerjasama dengan Masyarakat Desa Rampang Kelurahan Tanjung Kapal.

Timmy juga jelaskan alasan pembuatan parit atau kanal tersebut dikarenakan lahan Siti Azizah tidak jelas batas lahannya dikarenakan sudah diambil oleh warga kampung tersebut dan juga ada kerawanan kebakaran hutan dan lahan sehingga perlu untuk melebarkan parit yang sudah ada sebelumnya yang menjadi Skat bakar.

"Rencananya setelah parit dibuat Cua Chin Heng akan membuat jembatan agar warga tetap bisa lewat,namun pada saat pembuatan parit warga langsung marah,dan menyandra sepeda motor milik Cua Chin Heng dan kenderaan Zamruddin orangnya Cua Chin Heng itu,"kata Dandim.

Salah satu orang dekat Cua Chin Heng yakni Awi pada Sabtu malam mencoba mengambil sepeda motor namun kedatangannya mengundang kemarahan warga dan memukul Awi serta mengambil sepeda motor.

"Sepeda motor tersebut pada hari Senin, 2 September 2019 telah dikembalikan kepada pemiliknya yang disaksikan Lurah Tanjung Kapal dan Kapolsek," sebut Dandim lagi.

Terkait permasalah tersebut pemerintah setempat seperti Lurah Tanjung Kapal, Danramil dan Kapolres  dan kapolsek bersama masyarakat dilakukan mediasi dan telah dibuat kesepakatan pembuatan jembatan."Pembuatan jembatan di kampung delik telah disepakati bersama dari swadaya masyarakat dan kerugian tanaman yang tumbang pohon yang tidak bisa di panen akan dibawa ke ranah hukum atas nama masyarakat yang dirugikan,"tegas Dandim 0303 Bengkalis.

Disisi lain terkait penggunaan alat berat dan kenderaan roda dua yang digunakan mereka setelah di lakukan pengecekan oleh Kapolsek Rupat semuanya dinyatakan legal." Mereka semua bisa menunjukkan bukti kepemilikan, kemudian alat berat yang beroperasi juga membayar pajak ke Unit Pelayan Teknis (UPT) setempat dan juga ke pemerintah Provinsi Riau," kata Timmy.

Terkait dengan pemasangan tiang listrik di lokasi dilarang oleh pemilik tanah ketika itu wajar, karena pemilik lahan Siti Azizah tidak tau menahu pemasangan tersebut karena pihak PLN tidak ada menyampaikan pemberitahuan sebelumnya, jadi pemilik lahan takut tanah yang dipasang tiang listrik akan otomatis tanah tersebut milik umum.

Dandim berharap kepada rekan rekan wartawan kalau ada persoalan seperti ini harus di konfirmasi terlebih dahulu baru bisa diberitakan.

"Ternyata setelah di lihat dari video yang viral tersebut bertolak belakang dan jauh berbeda dengan kenyataannya di lapangan," kata Dandim 0303 Bengkalis Timmy Prasetya Hermianto.

Dandim juga berharap kepada rekan rekan wartawan dan pihak aparat keamanan mari ciptakan suasana tenang dan adem di Bengkalis.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00