• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan Kriminal

Suci Ramadianto di Vonis Hukuman Mati Kasus Narkoba 37 Kg

29 August
17:33 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Sidang Lanjutan terhadap terdakwa Suci Ramadianto yang merupakan mantan Sipir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Bengkalis dengan dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 37 Kg dan puluhan ribu pil ekstasi kembali dilanjutkan pada Kamis, (29/8/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

Sidang putusan atau vonis terhadap Suci Ramadianto dimulai pada 15.45 WIB pada Kamis, (29/8/2019) berlangsung di ruang sidang Cakra PN Bengkalis yang di pimpin Hakim Ketua Zia Ul Jannah didampingi dua hakim anggota Aulia F Widhola dan Mohd Rizki Musmar. Sementara Jaksa Penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bengkalis diwakili Aci Jaya Saputra.

Terdakwa Suci Ramadianto merupakan satu dari 4 tersangka lainnya di Vonis Hukuman Mati oleh majelis hakim dan karena secara sah dan meyakinkan terdakwa terbukti bersalah.

Setelah mendengar putusan terdakwa tertunduk dan hakim mempersilakan terdakwa untuk berkonsultasi dengan Kuasa Hukumnya Ahcmad Taufan Soedirjo,SH, MH dan didampingi Muhammad Ratho Priyasa,SH  terhadap putusan tersebut.

Kuasa Hukum terdakwa Suci Ramadianto akan mengajukan Kasasi atau Banding terhadap putusan tersebut, dan Jaksa Penuntut menyatakan pikir-pikir.

Kepala Saksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis Iwan Roy Carles menyebutkan bahwa putusan Hakim dalam perkara Suci Ramadianto tersebut sudah sesuai dengan apa yang dilakukannya.

"Keputusan Hakim tadi memang sesuai dengan tuntutan Hukuman mati, kalau menurut kita inilah yqng sebenarnya diputuskan majelis hakim,kita sependapat dengan majelis hakim, artinya majelis hakim mengambil pertimbangan dan menyetujui tuntutan kita," kata Kasi Pidum Iwan Roy Carles.

Menurut Iwan Roy yang memberatkan bagi terdakwa yang pertama barang bukti yang kedua peranan dari terdakwa bahwa beliqu yang mengendalikan barang bukti sebesar 37 Kg tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00