• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Dampak Asap Karhutla 2019 di Kabupaten Bengkalis, Ratusan Warga Terserang Penyakit

27 August
16:40 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Pada 2019, tepatnya akhir bulan Juni 2019 terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis. Hal ini bertepatan dengan musim kemarau yang sangat panjang terjadi pada tahun ini. 

Dampak dari asap akibat karhutla ini sangat berpengaruh bagi kesehatan manusia dan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti: ISPA, Pneumonia, ASMA, Diare, Influenza, Iritasi Mata, dan Iritasi Kulit. 

Berdasarkan Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis yang berasal dari laporan puskesmas-puskemas yang terdampak asap karhutla di wilayahnya dapat  diketahui jumlah kasus penyakit akibat karhutla ini, yaitu :

Pada bulan Juli 2019, wilayah yang terdampak asap hanya 2 (dua) puskesmas saja, yaitu UPT. Puskemsas Teluk Pambang Kecamatan Bantan dan UPT.Puskemas Teluk Lecah Kecamatan Rupat. 

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) dr. Ersan Saputra, TH melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Alwizar,S.KM menyebutkan    Jumlah penderita yang ditangani di UPT. Puskesmas Teluk Pambang adalah : ISPA/ILI sebanyak 105 orang, ASMA sebanyak 2 orang, Iritasi Mata 5 orang, dan Iritasi Kulit sebanyak 14 orang, sedangkan di UPT. Puskesmas Teluk Lecah penderita ISPA/ILI sebanyak 73 orang, ASMA sebanyak 5 orang,  Iritasi Mata sebanyak 3 orang. 

"Selanjutnya pada Bulan Agustus 2019, wilayah yang terpapar asap akibat karhutla meliputi wilayah kerja UPT Puskesmas  Teluk Pambang, UPT. Pusksmas Teluk Lecah, dan UPT. Puskesmas Pematang Pudu Kecamatan Mandau. Jumlah Penderitanya dari 1 Agustus sampai dengan hari ini adalah UPT. Puskesmas Teluk Pambang Kecamatan Bantan dengan Jumlah Penderita ISPA/ILI sebanyak 76 orang, ASMA sebanyak 6 orang, Pneumonia sebanyak 3 orang, Iritasi Mata sebanyak 3 orang, dan Iritasi Kulit sebanyak 5 orang," Kata Alwizar, Selasa,(27/8/2019) petang.

Lebih lanjut dikatakannya Wilayah UPT. Puskesmas Teluk Lecah Kecamatan Rupat dengan jumlah penderita ISPA/ILI sebanyak 66 orang, ASMA sebanyak 4 orang, dan Iritasi Mata sebanyak 3 orang. Sedangkan untuk wilayah UPT. Puskesmas Pematang Pudu jumlah penderita ISPA/ILI sebanyak 71 orang, ASMA sebanyak 2 orang, dan Iritasi Mata sebanyak 2 orang.

Alwizar menyebutkan kasus penyakit akibat asap karhutla dari Juli sampai Agustus seluruhnya adalah sebanyak 472 kasus, terbanyak adalah di wilayah UPT. Puskesmas Teluk Pambang sebanyak 234 kasus (49,6 %), dengan rincian : ISPA/ILI sebanyak 181 kasus (77,4 %), Iritasi Kulit sebanyak 27 kasus (11,5 %), Iritasi Mata sebanyak 10 kasus (4,3 %), dan Pneumonia sebanyak 3 kasus (4,2 %). Selanjutnya di wilayah UPT. Puskesmas  Teluk Lecah Kecamatan Rupat terdapat 162 kasus (34,3 %), denga rincian :  ISPA/ILI sebanyak 146 kasus (90,1 %), ASMA sebanyak 9 kasus (5,6 %), Iritasi Mata sebanyak 7 kasus (4,3 %). Dan yang paing sedikit dampaknya adalah wilayah UPT. Puskesmas Pematang Pudu, yaitu sebanyak 76 kasus (16,1 %), dengan rincian: ISPA/ILI sebanyak 72 kasus (94,7 %), ASMA sebanyak 2 kasus (2,6 %), dam Iritasi Mata sebanyak 2 kasus (2,6 %).

“Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis telah mendistribusikan masker pada puskesmas-puskesmas yang wilayahnya terdampak asap akibat karhutla sejak awal munculnya gejala asap akibat karhutla ini. Sampai dengan hari ini, total masker yang sudah kita distribusikan sebanyak 26.770 masker.” sebut Alwizar.

Masker dibagi-bagikan oleh puskesmas, sesuai dengan kebutuhan, "bisa dilihat di medsos petugas puskesmas kami sedang membagikan masker-masker tersebut. Jadi kami tidak terlambat dalam mengantisipasi dampak asap akibat karhutla ini sebagaimana disinyalir oleh pihak tertentu beberapa waktu yang lalu.” Tutup Alwizar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00