• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Publik

Dermaga Tanjung Kapal Rupat Semakin Mengkhawatirkan Pengguna Jasa

9 August
22:43 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Dermaga penyeberangan Roll on Roll off (RoRo) yang terletak di Tanjung Kapal Rupat merupakan salah satu akses yang digunakan warga untuk melakukan penyeberangan dari dan Dumai ke Pulau Rupat, sampai saat ini masih di gunakan oleh warga setempat.

Namun sayangnya dermaga yang masih aktif menurun naikkan penumpang mengalami kerusakan cukup parah dan memprihatinkan. Bahkan kondisi itu ternyata sudah berlangsung sekitar tiga bulan lalu. Dermaga dari besi itu tampak lapuk cukup parah dan dibiarkan begitu saja dan belum ada upaya perbaikan yang layak.

Mengatasi kerusakan dermaga itu, tampak lantai besi hanya ditambal menggunakan batang kelapa. Kemudian kendaraan yang akan keluar maupun masuk ke armada harus ekstra hati-hati, serta mencari alur agar tidak menabrak besi yang lapuk dan terjun ke laut. 

Kondisi apa adanya ini sangat disayangkan masyarakat penggunana jasa penyeberangan tujuan dari dan ke Pulau Rupat-Kota Dumai. Padahal arus penyeberangan menggunakan pelabuhan Roro di daerah ini semakin ramai. 

"Sudah lama bang rusak macam itu sekitar tiga bulanlah. Parah, perbaikan hanya ditambal dengan batang kelapa gitulah," ungkap Abu, salah seorang warga pengguna jasa Roro asal Pulau Rupat kepada wartawan, Jum'at (9/8/2019).

Abu, salah satu warga yang juga mengandalkan dermaga ini berharap, agar dermaga satu-satunya di daerah tersebut itu segera memperoleh perbaikan yang sepatutnya dari instansi terkait. 

"Kami berharap sudah ada perbaikan yang layaklah bang. Karena dermaga ini juga penting. Apalagi kondisinya semakin hari jika tidak diperbaiki sangat berbahaya," pintanya. 

Warga lainnya, Wanto berpendapat, kondisi pelabuhan yang lapuk cukup parah itu sudah seharusnya memperoleh perhatian serius oleh pemerintah. Karena dermaga ini fasilitas publik dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. 

"Sangat disayangkan jika dermaga ini terkesan dibiarkan begitu saja apalagi kondisinya sudah lapuk berbulan-bulan dan betambal batang kelapa. Itu kan sudah parah. Apa harus menunggu jatuh korban baru instansi terkait ini sibuk memperbaiki. Siapa yang bertanggungjawab jika sudah terjadi insiden?," ucapnya. 

Sementara itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis melalui Bidang Kepelabuhanan ketika dihubungi untuk klarifikasi belum bersedia memberikan keterangan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00