• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Publik

DKP Bengkalis Kukuhkan Kelompok Nelayan

13 July
08:55 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bengkalis permudah nelayan untuk mendapatkan asuransi melalui Kelompok Masyarakat Perikanan. Melalui ini, nelayan akan difasilitasi mendapatkan kartu Kusuka dan asuransi nelayan. 

Kasi Pembinaan dan Kelembagaan DKP Jhony Handoko mengatakan, pihaknya secara berkala terus melakukan pembinaan dan pengukuhan kelompok masyarakat perikanan. Setidaknya, 10 kelompok itu sudah dikukuhkan DKP. 

"Yang sudah kita kukuhkan 4 ada di Bantan, 4 di Kecamatan Bengkalis tepatnya di Pangkalan Batang. Tahun kemarin satu di Desa Teluk Latak, yaitu kelompok Cahaya Indah dan kemarin juga di Teluk Latak yaitu kelompok Cahaya Muara, " ungkap Jhony kepada RRI,Jumat (12/7/2019). 

Menurutnya, kelompok perikanan tersebut adalah kelompok bergerak pada bidang tangkap, pengolahan dan budidaya seperti penanam mangrove. 

"Tujuan lain dari kelompok masyarakat perikanan ini, mempermudah kita melakukan pendataan, kemudian pembinaan dan menyampaikan berbagai program dinas. Kita juga akan menfasilitasi pembuatan kartu kusuka yang merupakan kartu pelaku usaha perikanan. Setelah itu selesai, nanti di bantu mengurus asuransi nelayan, "terangnya lagi. 

Dalam pembinaan dilakukan, DKP sebut Kasi Pembinaan dan Kelembagaan selalu mengingatkan kelompok untuk tertib administrasi. Termasuk soal ketersediaan khas kelompok.

"Kelompok diminta mengumpulkan uang apakah itu Rp5 ribu atau Rp10 ribu perorang sebagai uang khas sehingga anggaran itu nanti bisa membentuk badan hukum apakah itu perkumpulan atau koperasi, " kata Jhony. 

Kelompok yang sudah dikukuhkan tambahnya merupakan kelompok pemula. Apabila kelompok ingin naik kelas ke kelompok tingkat madya dan utama harus memenuhi sejumlah kriteria. 

"Kelompok saat ini baru pemula, nanti bisa naik tingkat madya dan utama. Untuk naik kelas kelompok harus memiliki khas, peduli terhadap lingkungan seperti contohnya melakukan penanam mangrove dan tertib administrasi, " pungkas Jhony Handoko.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00