• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan Kriminal

Kades Desa Pedekik Kasus Cabul Resmi di Tahan Polisi

13 February
00:31 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bengkalis : Sempat menghebohkan, seorang yang jadi panutan di Desa ternyata telah melukai hati masyarakat.

Seperti yang diungkapkan warga di Desa Pedekik Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis,Riau, pasalnya seorang oknum Kepala Desa (Kades) melakukan perbuatan yang tak terpuji terhadap seorang siswa disalah satu sekolah setingkat SMP di Kota Bengkalis.

Kasus Pencabulan yang dilakukan oknum kades ini akhirnya terkuak dan di ketahui warga, sehingga warga berang dan meminta kadesnya mengundurkan diri serta warga melaporkan ke pihak berwajib

Setelah melalui gelar perkara terkait laporan orang tua korban, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kades Pedekik,berinisial JS (53) pada akhirnya Polres Bengkalis resmi menetapkan tersangka dan sekaligus melakukan penahanan, Senin (11/02/2919) petang kemarin.

Hal ini disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto melalui Paur Humas Iptu Kusnandar Subekti, bahwa memang saat ini Kades Pedekik telah ditahan dalam rutan Polres Bengkalis jalan Pertanian.

“Senin 11 Februari 2019 kemarin, bertempat di Ruang Patria Tama Polres Bengkalis, kita telah melaksanakan gelar perkara dan sekaligus proses alih status saksi menjadi tersangka terhadap Kades Pedekik, sebagai pelaku tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah, “ujarnya, Selasa (12/02/2919).

Dijelaskan, gelar perkara tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan, SH, SIK dengan didampingi Kanit dan Propam Polres Bengkalis.

Dia menyebut, kejadian itu terungkap berawal dikarenakan korban merupakan golongan keluarga kurang mampu, sehingga pelaku sering membantu keluarga tersebut, termasuk menguruskan Kartu Indonesia Pintar.

Sekitar Bulan Desember 2018 tahun lalu, pelaku menghubungi korban untuk menjumpai dalam mobil di salah satu tempat. Karena sudah sering membantu keluarga korban, pelaku merasa percaya diri untuk merayu korban dalam mobil tersebut sambil jalan-jalan.

Pada saat pelaku melakukan aksi rayuannya tersebut, terjadilah di dalam mobil tersebut perbuatan cabul yang pertama kali. Karena Kades merasa ketagihan, perbuatan tersebut berlanjut hingga ketahuan pada bulan Januari oleh keluarga korban.

“Sehingga, karena orangtua korban tidak terima atas perbuatan Kades tersebut, sehingga melakukan pelaporan ke Polres Bengkalis, untuk ditindaklanjuti perkaranya tersebut, “jelas Paur kepada sejumlah wartawan.

Atas perbuatan ini, Kades Padekik dijerat Pasal 82 Jo Pasal 76 Huruf e UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling rendah 5 tahun penjara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00