• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Akibat Tsunami, Tangkapan Ikan di Pandeglang Berkurang 50 Ribu Ton

22 January
12:22 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pandeglang : Produksi tanggapan ikan laut di Kabupaten Pandeglang selama tahun 2019, berkurang drastis. Tidak main-main, berkurangnya tangkapan ikan itu mencapai 50 ribu ton. Padahal ditahun sebelumnya, nelayan di Pandeglang bisa menghasilkan sekitar 200 ribu ton dalam setahun.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Suaedi Kurdiatna menuturkan, sepanjang tahun 2019, nelayan di Pandeglang hanya mampu menghasilkan tangkapan ikan sebanyak 150 ribu ton. Berkurangan hasil tangkapan itu terjadi pasca tsunami Selat Sunda diakhir tahun 2018 lalu.

"Dari 200 ribu ton, hanya dicapai 150 ribu ton," kata Suaedi, Rabu (22/1/2020).

Menurut Suaedi, berkurangnya tangkapan ikan itu bukan karena ketersediaan ikan yang menipis, melainkan karena banyaknya alat tangkap nelayan yang rusak. Para nelayan masih kesulitan mengganti alat tangkapnya, termasuk kapal yang rusak akibat terjangan tsunami. Sementara bantuan kapal dari pemerintah maupun lembaga lainnya, belum maksimal.

"Imbas dari tsunami, hasil produksi ikan menurun. Bukan karena ikan yang sedikit, tetapi karena alat tangkap yang berkurang karena rusak," sambungnya.

Berkurangnya tangkapan ikan itu, juga berimbas terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Semula Dinas Perikanan mencanangkan target PAD sebesar Rp700 juta. Namun hasilnya, hanya tercapai Rp600 juta.

Mantan Camat Panimbang itu membeberkan, tsunami juga turut merusak fasilitas dibeberapa Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Dari 14 TPI yang dikelola Pemkab Pandeglang, ada sejumlah TPI yang belum beroperasi normal sejak tsunami, seperti di TPI Sumur.

"Sumber produksi ikan mayoritas dari nelayan di Kecamatan Labuan, karena jumlah mereka paling banyak," sebutnya.

Oleh karena itu, tahun ini pemerintah akan optimalisasi beberapa TPI sebagai penghasil devisa daerah. Bahkan dia juga menyebut, Dinas Perikanan mendapatkan bantuan berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,5 miliar untuk mengadakan berbagai jenis alat tangkap bagi nelayan.

"Saya juga sudah sampaikan ke Provinsi Banten untuk membantu pengadaan kapal bagi nelayan di Sidamukti," tandasnya.

  • Tentang Penulis

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

  • Tentang Editor

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00