• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Berdayakan Warga Menuju Desa Cibereum yang Mandiri

5 December
17:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pandeglang : Pemanfaatan program Dana Desa yang digulirkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), tidak cuma untuk membiayai pembangunan.

Akan tetapi juga bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan. Oleh karenanya, penggunaan Dana Desa ditekankan supaya dapat dikelola sebaik mungkin oleh masyarakat.

Arah kebijakan Dana Desa itu kemudian diaplikasikan oleh Desa Cibereum, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Hasilnya, desa yang berbatasan dengan Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak ini mengalami kemajuan yang cukup pesat, terutama dalam hal perekonomian.

Pemberdayaan masyarakat yang diamanatkan dalam Dana Desa benar-benar diterapkan dengan baik oleh Kepala Desa Cibereum, Asep Nasrudin. Soalnya, Dana Desa yang diterima dipakai untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat.

Salah satunya adalah pengembangan sejumlah usaha milik masyarakat. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), masyarakat diberi kebebasan meminjam dana untuk mengembangkan usahanya tanpa dikenai bunga.

Imbasnya, hasil usaha milik warga meningkat. Dan yang lebih terasa adalah fasilitas itu juga membuka akses tenaga kerja bagi warga lainnya.

“Adanya Dana Desa dapatr menekan angka pengangguran karena dengan Dana Desa bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” ucap Asep, Kamis (5/12/2019).

Kini di Desa Cibereum, sejumlah unit usaha berkembang dengan baik. Misalnya saja diusaha jenis peternakan lele. Kini lebih dari sepuluh kolam ikan lele tersaji di Desa Cibereum yang biasa dipanen setiap tiga bulan dan mampu berproduksi hingga 1 ton setiap kali panen.

Yang tak kalah mentereng adalah usaha budidaya jamur tiram. Dari sepuluh pembudidaya jamur tiram di Desa Cibereum, mampu menghasilkan 600 kg setiap harinya. Bahkan hasilnya sudah diekspor kesejumlah daerah di Banten hingga provinsi lain.

“Potensi desa yang paling menonjol mayoritas pekebunan jenis kelapa dan karet. Tetapi saat ini kami sedang memfokuskan pada pembudidayaan jamur tiram,” terangnya.

Asep mengungkapkan, dirinya bermimpi ingin membawa Desa Cibereum menjadi desa yang mandiri. Niat itu ia mulai dengan menggandeng masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan Dana Desa. Pemberdayaan terhadap masyarakat tidak hanya pada sektor usaha, melainkan juga dalam hal pembangunan desa.

Seperti halnya ketika membangun embung desa yang menjadi skala prioritas dari pemanfaatan Dana Desa. Mengingat keberadaannya sangat dibutuhkan, dirinya pun melibatkan warga secara swakelola membangun embung. Dalam waktu dekat, manfaat embung itu akan segera dirasakan masyarakat, terutama bagi para petani.

“Dana desa tahun ini kami konsentrasikan ke embung mengingat hal itu permintaan warga. Lalu saat ini musim tidak menentu, sering kemarau sehingga embung sebagai penyedia air persawahan yang bisa mengairi hampir 20 hektar,” sebutnya.

Adapun pada tahun 2019, pendapatan Desa Cibereum mencapai Rp1,2 miliar. Dimana sekitar Rp700 jutanya disalurkan untuk pembangunan seperti jalan lingkungan berupa rabat beton, drainase, sarana air bersih dan rehab Madrasah Diniyatul Awaliyah (MDA).

“Sebelum ada Dana Desa, Kades tidak bisa mengakomodir aspirasi masyarakat, kedua tidak bisa menggali potensi masyarakat. Sedangkan setelah ada Dana Desa, Alhamdulillah kami bisa mengakomodir aspirasi masyarakat dalam bidang sarana pembangunan untuk menunjang perekonomian,” tutupnya. (*ADV).

  • Tentang Penulis

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

  • Tentang Editor

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00