• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ini Kajian KPK dan Lima Sakti Soal Pencegahan Korupsi di Pandeglang

1 October
18:30 2018
0 Votes (0)

KBRN, Pandeglang : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Forum Lintas Masyarakat Anti Korupsi (Lima Sakti), mengumumkan hasil kajiannya terhadap pencegahan korupsi di Kabupaten Pandeglang. Dalam hasil kajian yang dipaparkan di Ruang Garuda Pendopo, Senin (1/10/2018) tersebut, KPK dan Lima Sakti menemukan sejumlah persoalan mendasar. 

Maka dari itu, tim kolaboratif ini pun memberi rekomendasi kepada Pemkab Pandeglang perihal tindaklanjut yang harus dilakukan.

Hasil kajian ini diperoleh setelah KPK dan Lima Sakti melakukan survei ketiga desa di tiga kecamatan selama tiga hari, 7-9 September 2018. 

Sasaran survei itu terletak di Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur, Desa Ciherang Kecamatan Picung, dan Desa Banjarsari Kecamatan Kaduhejo.

Divisi Pendidikan dan Pelayanan Publik KPK, Ramah Handoko mengatakan, beberapa hasil kajian yang menjadi catatan para pegiat anti korupsi meliputi pemanfaatan Dana Desa (DD) yang kurang tersosialisasi dengan baik. Sehingga berdampak pada tingkat partisipasi masyarakat yang rendah. 

“Kami menganalisa, temuannya banyak. Seperti dimensi partisipasi dan sosialisasi yang tidak menyentuh kepada seluruh elemen masyarakat. Menurut mereka (Kades, red) keterbatasan SDM tidak  memungkinkan mengajak semua pihak. Padahal ketika sosialisasi semua elemen masyarakat harus tahu. Karena jika tidak, potensi korupsinya semakin tinggi akibat kontroling yang rendah,” jelas Ramah.

Lalu ada soal pemanfaatan jaminan kesehatan nasional (JKN) berupa BPJS, pun tidak tersampaikan dengan baik. Masyarakat banyak yang tidak tahu cara memakai fasilitas kesehatan tersebut. 

“Begitu juga dengan BPJS. Masyarakat dikasih kartu tetapi tidak tahu cara pakainya. Sehingga ketika sakit mereka tetap membeli obat di luar karena takut dipungut biaya. Padahal dengan BPJS harusnya gratis. Itu kan sesuatu yang tidak disosialisasikan,” imbuhnya.

Tidak sampai disitu, temuan lembaga antirasuah dan Lima Sakti juga menyoroti soal Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak transparan. Sekolah tidak menyampaikan nilai bantuan secara utuh kepada setiap orang tua siswa. 

“Sekolah tidak mensosialisasikan kepada semua wali murid bahwa ada dana BOS yang diberikan ke masing-masing siswa. Padahal mereka punya hak untuk menanyakan untuk apa saja besaran dana BOS tersebut,” sambung Ramah.

Meski mengaku banyak menemukan persoalan, namun Ramah menyebut tidak ada masalah yang mengarah pada ranah hukum. Karena sejak awal, dibentuknya komunitas ini untuk mencari masalah yang bisa dicarikan solusinya saat itu juga tanpa menimbulkan kegaduhan. 

”Kami tidak membawa temuan ini keranah hukum. Sejak awal kami mencari masalah yang solusinya saat itu juga. Selama ini tidak ada. Karena kami ingin memberi contoh bahwa gerakan ini memberi manfaat tanpa gaduh. Kadang komunitas ada yang gaduh. Tetapi diajak diskusi tidak mau. Jadi kami marwahnya pencegahan,” terangnya.

Inspektur Inspektorat Pandeglang, Iis Iskandar mengungkapkan, beberapa rekomendasi yang disampaikan sudah diakomodir oleh pemerintah sebelumnya. Hanya saja Iskandar menyadari bahwa temuan persoalan yang didapati pegiat anti korupsi, disebabkan oleh rendahnya SDM masyarakat dan struktur OPD di Pandeglang. 

“Ada beberapa rekomendasi yang akan kami akomodir dan ada beberapa yang sudah kami akomodir. Jadi dari beberapa rekomendasi mereka seperti BOS, JKN, anak yang tidak sekolah, BPJS masih ada yang membayar, PKH terkait kepesertaan yang belum valid, tinggal kami jalankan rekomendasinya,” sebut Iskandar.

Oleh sebab itu pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti rekomendasi KPK. Dalam waktu dekat eksekutif akan menginventarisir rekomendasi tersebut dimasing-masing OPD.

“Kami mendapat rekomendasi hasil kunjungan mereka di lapangan. Sehingga nanti mungkin kami juga akan menindaklanjuti beberapa rekomendasi yang diperlukan. Kami akan inventarisir rekomendasi itu dimasing-masing OPD,” tandasnya. (DF).

  • Tentang Penulis

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

  • Tentang Editor

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00