• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KABUPATEN KOTA

MTP Mekar Sari Digelar

21 February
15:53 2020
0 Votes (0)

KBRN Banjarmasin : Manunggal Tuntung Pandang (MTP) adalah wujud dari tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendekatkan diri antara pemerintah dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Tanah Laut (Tala) H. Sukamta saat memberi sambutan pada kegiatan MTP di Desa Mekar Sari Kecamatan Kintap, Kamis (20/2/2020).

Sebab menurutnya suatu daerah tidak mungkin maju jika tidak ada komunikasi yang baik antara pemerintah dan warganya. Oleh karena itu, MTP sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan warga, dengan harapan seusai digelarnya MTP, Pemkab bisa merancang kebijakan apa saja yang bisa disusun untuk memenuhi harapan dari warga.

"Desa Mekar Sari adalah desa ke 36 yang kita datangi," ujarnya.

Pihaknya juga ingin melalui MTP, akan tumbuh semangat gotong - royong sebagai salah satu kekuatan bangsa dan negara.

Lebih lanjut Sukamta menjelaskan bahwa dalam kurun waktu satu setengah tahun mengemban amanah membina desa, pihaknya cukup berbangga hati, sebab di Kecamatan Kintap yang jumlahnya ada 14 desa. 50 persen sudah masuk dalam kategori desa maju. Sisanya masuk kategori desa berkembang.

Pada tahun 2018 ada dua desa sangat tertinggal. Namun di tahun 2019 hanya sisa satu. Sementara untuk desa tertinggal awalnya ada 55 desa, sekarang sisa 15 desa. Untuk desa berkembang, awalnya ada 66 desa namun sekarang sudah bertambah menjadi 89 desa, desa maju yang ditahun 2018 hanya 7 desa sekarang sudah meningkat menjadi 25 desa.

"Dan dari 25 desa maju, 7 desanya ada di Kecamatan Kintap, kita juga berharap juga dari desa maju ini naik gradenya menjadi desa mandiri," harap Sukamta.

Oleh karena itu Sukamta berpesan kepada warga untuk bersemangat membangun desa. Jangan sampai ada desa di Kecamatan Kintap yang masuk kedalam kategori desa tertinggal.

"Saya berharap tiap desa memiliki Bumdes, sebab saya melihat potensi ekonomi di desa desa yang ada di Kecamatan Kintap ini banyak yang bisa dikembangkan secara bersama - sama," tutur Sukamta.

Terkait dengan dana desa sendiri, ia berpesan nantinya didalam perencanaan harus sudah terpisahkan antara mana yang dibiayai oleh dana desa dan mana yang harus dibiayai oleh pemerintah kabupaten ataupun pemerintah pusat.


Sebab ia beranggapan bahwa selama ini banyak usulan usulan yang sifatnya infrastrukur, padahal banyak hal hal lain yang lebih bisa mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Seperti pelatihan kewirausahaan dan lain - lain.

Berkaitan dengan kewirausahaan, dalam sambutannya ia juga menyampaikan bahwa sekarang Tala memiliki 5 model sasirangan diantaranya yaitu sasirangan konvensional, jumputan, ringkel, batik cap sasirangan dan ecoprint.

Tak sampai disitu, pihaknya juga berharap masyarakat bisa memanfaatkan program KUR untuk modal usaha. Dengan bunga 6 persen dari pinjaman 25 juta sampai 500 juta.

Sedangkan bagi masyarakat yang hanya ingin meminjam dibawah 15 juta, ia juga menyarankan untuk meminjam ke Bank Perkreditan Rakyat dengan bunga 0%.

"Alhamdulillah sampai saat ini program bunga 0% sudah tersalur 4,2 milyar ke masyarakat," jelas Sukamta.

Terakhir, ia menyampaikan pesan dari Menteri Dalam Negeri bahwa diharapkan semua desa ada program untuk penanganan stunting.

"Setiap desa harus ada bidan desa yang terus memonitor tiap kehamilan pasangan usia subur," ucap orang nomor satu di Tala itu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00