• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DAERAH

Permintaan Masker Di Banjarmasin Meningkat Akibat Maraknya Wabah Virus Corona

13 February
15:10 2020
1 Votes (5)

KBRN Banjarmasin : Harga masker di banjarmasin kini merangkak naik seiring meningkatnya permintaan di masyarakat, kondisi itu adalah dampak dari mewabahnya virus corona. 
Masyarakat khawatir jika virus tersebut sampai masuk ke daerah ini, karena itu lah berbagai cara dilakukan untuk melindungi diri, salah satunya dengan menggunakan masker.

Sehingga tidak lah heran harga masker yang semula hanya 25 ribu rupiah, kini melonjak hingga 150 ribu rupiah per kotak, seperti penjelasan Rahmah salah seorang penjaga apotek di Banjarmasin, Rabu(13/02/2020).

“ masker sekarang langka dan harga nya mahal, biasanya 25 ribu perkotak sekarang 150 ribu perkotak. Dari distributor juga kewalahan hingga stok masker di apotek mulai kosong “ Tutur Rahmah.

Sementara itu ketika di konfirmasi RRI terkait masalah itu, dr.Bandiyah Marifah Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit atau P2P Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tidak mau berbicara banyak, Ia mengaku kurang mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga masker.

“ Kami dari dinkes kota kurang begitu tau kenapa masker ini jadi naik, bahkan anehnya saat kabut asap kemarin harga masker malah tidak naik , mungkin ini terkait dengan masalah bahwa virus korona ini memang sudah menyerang ke hampir 29 negara, jadi bisa dikatakan sangat mempengaruhi sekali dengan perdagangan jual beli terutama masker “ ujar Bandiyah.

Saat ini menurut Bandiyah, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin fokus untuk terus berupaya melakukan tindakan dalam mengatisipasi kecemasan warga terhadap virus korona, salah satunya dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan meminta warga tidak terlena dengan virus corona, pasalnya ada sejumlah penyakit lain yang juga wajib diwaspadai salah satunya adalah demam berdarah dengue atau DBD yang cukup meningkat di Kota Banjarmasin.(nanda)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00