• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DAERAH

Jurnalis Perempuan Tangguh Jika Kreatif Dan Melek Teknologi; Titin Rosmasari Bagikan Resep Menjawab Tantangan Era Digitalisasi Media

10 February
08:18 2020
1 Votes (5)

RRI Banjarmasin :  Perkembangan tekologi, terutama digital, yang begitu cepat turut mengubah industri media. Internet makin “menyingkirkan” keberadaan surat kabar dalam lembaran-lembaran kertas. Sekarang media online tumbuh bak jamur di musim penghujan. Informasi yang disampaikannya lebih cepat tersebar dan secara massif diterima pembaca. Industri media pun mengalami tantangan cukup signifikan. Tidaklah heran jika era ini jurnalis pun mulai mendapat pesaing lain. Hal ini dirasakan pula para jurnalis perempuan di Indonesia. Namun tantangan lain sesungguhnya sekarang ini adalah digitalisasi media, yang perlahan merontokan sejumlah media mainstream dan berimbas kepada eksistensi jurnalis perempuan di Indonesia. 
Parahnya menurut Pemimpin Redaksi Trans7 & CNN Indonesia, Titin Rosmasari, model bisnis media yang bisa diterapkan sangat banyak, termasuk flatform dari luar. Salah satunya memproduksi konten untuk dikonsumsi langsung oleh pengguna, menawarkan artikel berbayar (subscription), dan penggalangan dana atau crowdfund.Pilihan lainnya juga bisa menjajakan produk secara langsung tanpa melalui media iklan. Hal ini dianggap merugikan industri media yang sudah ada.
“ Inilah tantangan lain yang dirasakan industri media.Lalu kita bisa apa. Jawabnya adalah kita pelaku industri media termasuk di dalamnya jurnalis perempuan harus mengikuti perubahan yang sedang terjadi, serta melek informasi dan teknologi. Jika tidak kita bakal ketinggalan dan jurnalis perempuan tidak bisa tangguh ,” Kata Titin Rosmasari saat menjadi pembicara utama dalam Sarasehan Jurnalis Perempuan Indonesia. Di Gsign Hotel, Banjarmasin, Minggu (09/02/2020) .
Titin Rosmasari pun membagikan kisah dan transformasi yang mereka lakukan saat berhadapan dengan era digitalisasi media. Saat ini adalah waktu yang krusial karena keputusan yang dibuat akan menentukan nasib keberlangsungan media mereka, apakah akan terus bertahan atau tumbang seperti yang lain. Titin pun tidak menampik jika jumlah pengguna internet yang semakin tinggi dan internet diprediksi akan segera mengubah model distribusi dalam industri media saat ini.
"Kita perempuan selaku praktisi media perlu memperhatikan karakteristik dan bentuk-bentuk perkembangan teknologi saat ini agar dapat memanfaatkannya secara maksimal dan menyiapkan langkah-langkah antisipati yang tepat, seperti menyiapkan keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi industri 4.0  " ujarnya menjelaskan.
Lebih jauh Titin Rosmasari membagikan kiat-kiat agar bisa bertahan di tengah gempuran persaingan era disrupsi saat ini. Salah satunya adalah membocorkan bagaimana kebutuhan keterampilan yang diperlukan menghadapi revolusi industri 4.0. Menurutnya komponen terpenting adalah kemampuan penyelesaian masalah kompleks dengan dimulai dari melakukan identifikasi, menentukan elemen utama masalah, melihat berbagai kemungkinan sebagai solusi, melakukan aksi atau tindakan untuk menyelesaikan masalah, serta mencari pelajaran untuk dipelajari dalam rangka penyelesaian masalah. Disisi lain tentunya sebagai orang terdepan, harus mendorong anak buah untuk kreatif dan berinovasi, menjalin komunikasi dan melakukan kolaborasi.
Revolusi industri 4.0  tetap menjadi pembahasan yang hangat di Indonesia. Terlebih sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan roadmap Making Indonesia 4.0. Sektor industri generasi keempat ini  diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja lebih banyak dan investasi baru yang berbasis teknologi. Namun, implementasi revolusi industri 4.0 harus diikuti dengan pembentukan ekosistem yang sehat dan berkesinambungan agar dapat menggerakkan seluruh sektor ekonomi. Tidak terkecuali dengan industri jurnalistik. (juns/Muhammad Risanta)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00