• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Mahasiswa UGM Kembangkan Obat Herbal Teh Daun Sukun

7 February
16:22 2017
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta: Siapa sangka daun sukun yang selama ini hanya menjadi sampah bisa menghantarkan Suhartono meraih kesuksesan. Suhartono, mahasiswa Departemen Ilmu Komputer Fakultas MIPA UGM berhasil mengembangkan bisnis teh daun sukun yang bisa membantu penyembuhan sakit ginjal dan jantung. 

Suhartono bersama dua temannya; Retno Wulandari dan Yunita Praptiwi; alumni UGM mengembangkan dan memproduksi teh herbal daun sukun di rumahnya di Dusun Dukuhsari Purwomartani, Kalasan, Sleman. Teh daun sukun yang diberi merk Laasyaka itu sudah menjangkau pasar nasional dan didistribusikan di berbagai wilayah Indonesia. 

Suhartono mengungkapkan pengembangan teh daun sukun ini bermula dari banyaknya pohon sukun di tempat tinggalnya tetapi daunnya berserakan dan belum dimanfaatkan. Lalu ia bersama 2 temannya mencari referensi tentang manfaat daun sukun.

"Di LIPI, dun Sukun diteliti oleh Prof. DR. Candrawati, menyatakan bahwa daun Sukun itu mengandung senyawa Sitosterol, Flavonoid dan Riboflavin yang dapat membantu penyembuhan kerusakan system kardiovaskuler serta jantung dan ginjal. Dari referensi itu kita gunakan untuk memproduksi daun Sukun menjadi the daun Sukun yang siap seduh,” jelas Suhartono kepada RRI, Selasa (7/2/2017).

Bisnis teh daun sukun Laasyka lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM tahun 2013. Cara pengolahan teh daun sukun tersebut, menurut Retno Wulandari tergolong sederhana.

“ Tanpa tambahan atau bahan pengawet apapun, dan biasanya kami dapatkan daun Sukun dari warga sekitar yang punya pohon Sukun, kita beli per-kilonya seharga Rp.1000,-.  Daun kita cuci bersih, kita potong bagian tulang daun di belakang dan setelah itu kita jemus 3 sampai 4 hari. Setelah itu kita giling sehingga menjadi serbuk terus kita over untuk meminimalkan kadar air dari daun, langsung dikemas menjadi the daun Sukun,” jelas Retno Wulandari tentang proses pembuatan teh daun sukun.

Teh daun sukun tersebut dikemas dalam dua bentuk yakni celup dan tubruk. Satu pack teh celup berisi 20 kantong teh celup siap pakai dengan berat 50gram dibanderol dengan harga Rp.20 ribu. Sedangkan kemasan tubruk dengan berat 35 gram dijual dengan harga Rp. 5 ribu. Peminat  teh daun sukun bisa memesan secara online di tehdaunsukun.com atau tehdaunsukun.co.id.

Sejak merintis usaha pada tahun 2013, kini bisnis the telah berkembang dan menjadi usaha rumahan yang setiap bulannya mampu memproduksi 400 hingga 500 pack, memberdayakan ibu-ibu warga setempat mulai dari proses memetik daun hingga pengeringan. Omset mencapai antara Rp 8 juta hingga Rp 10 juta rupiah per-bulan. (Mun/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00