• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kota Bandar Lampung

Bukit diWilayah Gunung Kunyit Longsor Karena Disengaja Penambang

3 December
19:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandar Lampung, : Berita yang terseber melalui video amatir berdurasi  9 detik  disebuah Wats App (WA) tentang adanya bukit yang longsor sempat menghebohkan warga Kota Bandar Lampung.   

Peristiwa bukit yang diduga mengalami longsor di wilayah Kota Bandar Lampung kembali terjadi, Selasa (3/12/2019). Informasi bukit longsor di wilayah Gunung Kunyit, Bumi Waras tersebut diketahui berawal dari beredarnya rekaman video amatir yang tersebar di pesan WhatsApp (WA).

Pada rekaman video berdurasi selama 9 detik tersebut menunjukan kepulan asap putih dari reruntuhan longsor yang terjadi. Berdasarkan pantauan, suasana lokasi Gunung Kunyit saat dikunjungi masih tampak rutinitas banyaknya pekerja yang sedang melakukan penggalian batu.

Salah seorang  pekerja tambang batu di Gunung Kunyit saat dilokasi Wiwin justru terlihat santai dan hal tersebut memang sudah menjadi kebiasaan para pekerja tambang   batu di daerah tersebut.

“Ya itu hanya aktivitas masyarakat saja,” terang Wiwin, salah seorang pekerja tambang batu di Gunung Kunyit, itu.

Bahkan Ia juga menjelaskan bahwa kondisi tersebut memang disengaja yang dalam istilah mereka dilakukan penggerongan atau digerong

 “Jadi digerong dulu baru bisa jatuh. Memang manual dan sudah puluhan tahun seperti itu pengerjaannya. Setelah digerong butuh waktu empat bulanan untuk digerong lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya tersebut memang sebagian mencari nafkah dari penambangan batu bukit tersebut dan untuk menggerong tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Hampir 80% warga bekerja di sini loh. Digerong itu tidak bisa sembarang. Karena ketika kira-kira longsor kami sudah tahu lihat dari gerakannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Wiwin  menjelaskan untuk sekali dilakukan gerong biasanya dapat memuat sebanyak hingga 30 han mobil pengangkut batu. Jadi kalau untuk keamanan mereka sudah mengerti karena sudah puluhan tahun menjadi kerjaan merka tersebut.

Sedangkan untuk penghasilan sebagai pekerja tambang batu,  tentunya tidak tentu karena tergantung dari pemesanan. Namun jika secara perhitungan untuk tukang muat  perorang mendapatkan Rp 80 hingga 90 ribu sedangkan untuk tukang gali Rp. 100 hingga 200 ribu perorngnya

"Kalau hitungannya sekitar Rp 80-90 ribu perorangnya untuk yang tukang muat sedangkan , Kalau tukang gali sampai Rp100-Rp200 ribuan,” pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00