• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KRIMINAL

Pelaku Pembunuh Dua Belantik Sapi Di Lampung Tengah Dibekuk Polisi

17 November
04:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandarlampung: Jajaran Polda Lampung dan Polres Lampung Tengah dibantu personil Polres Bangka berhasi menangkap Mulyadi, pelaku pembunuhan dua belantik sapi di Lampung tengah di daerah Bangka Belitung.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu(16/11/19), mengatakan,  Mulyadi, warga Bumi Rahayu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, yang menjadi buron terkait pembunuhan dua blantik (penjual) sapi, yang mayatnya dibuang di sungai Way Bungur, Lampung Tengah, diringkus Tim Tekab 308 Polres Lampung Tengah, Kamis(14/11/19), di Bangka Belitung.

Menurut Pandra, tersangka dihadiahi timah panas karena melawan petugas saat proses penangkapan.

Mulyadi menjadi buruan Polisi karena terlibat kasus pembunuhan berencana dan sadis, terhadap korban Sukiro dan Nursodik.

Ditambahkan Pandra, pelaku ditangkap saat bekerja di kebun semangka milik warga di Lingkungan Bedeng Akeh, Kelurahan Sinarjaya, Kecamatan Sungailiat.

Menurut Pandra, bukan tanpa alasan pelaku kabur ke daerah ini. Sebelumnya, pada tahun 2005, pelaku pernah ke Bangka dan selama dua tahun kerja di kebun sayuran.

"Tersangka ditangkap diareal perkebunan lingkungan bedeng ake Kelurahan Sinar Jaya Jeletung Kecamatan Sungai Liat Provinsi Bangka Belitung dan pada saat akan diamankan pelaku berusaha melawan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur," ujar Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsad.

Saat ini lanjut Pandra, polisi tengah melakukan penyidikan lebih lanjut untuk pengembangan kasus.

Diketahui, Mulyadi membunuh dua belantik sapi, Sukirno dan Nursidik, warga asal Raman Utara,  dengan racun tikus.

Kemudian jasadnya di ikat, dan dibuang kesungai, bahkan satu korban dikubur di tepi aliran sungai.

Pelaku beraksi dikediamannya Kampung Bumi Rahayu, Bumiratu Nuban, Lampung tengah, pada 31 Oktober 2019.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00