• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kota Bandar Lampung

KPU RI Dalami Dugaan Jual Beli Jabatan KPU di Lampung

14 November
17:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandarlampung-KPU RI menurunkan tim untuk mendalami dugaan jual beli jabatan dalam seleksi komisioner KPU kabupaten/kota, yang melibatkan komisioner KPU Lampung, berinisial ENF.

Tim KPU RI terdiri dari komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik, Inspektur KPU RI Adiwijaya Bakti, serta Wakil Kepala Biro SDM Wahyu Yudi Wijayanti.

Tim tiba di Kantor KPU Lampung di Jalan Gajah Mada, Bandarlampung, Kamis, (14/11/2019) pagi, dan langsung melakukan pertemuan tertutup di ruang Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami.

Dalam pertemuan itu turut hadir pelapor Budiono, calon anggota KPU Kabupaten Pesawaran berinisial LP dan calon anggota KPU Kabupaten Tulangbawang berinisial VYP, juga hadir sebagai saksi untuk dimintai keterangan.

Usai pertemuan, Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik mengatakan, kedatangan tim untuk mendengarkan keterangan langsung dari pelapor dan terlapor.

“Kita perlu mendengarkan secara langsung ya. Kalaupun misalnya ada bukti-bukti yang perlu disampaikan, kita siap menerima. Proses ini kan sudah disampaikan ke DKPP dan juga Polda,” jelas Evi Novida Ginting Manik.

Menurutnya, selain mendengarkan keterangan, pihaknya juga membuka ruang kepada pihak-pihak terkait jika ingin menyampaikan bukti-bukti untuk menguatkan dugaan jual beli jabatan.

Evi menegaskan, pihaknya akan mengeluarkan sikap setelah proses di DKPP dan kepolisian selesai dilakukan.

“Harapan kami semua proses ini bisa berjalan, dan hasilnya juga bisa segera kita ketahui. Nanti hasil di DKPP dan di kepolisian, akan menjadi pertimbangan KPU RI,” tegasnya.

Diketahui dugaan jual beli jabatan dalam seleksi KPU di Lampung terkuak setelah akademisi dari Universitas Lampung Budiono melalui LBH Bandarlampung melaporkan ENF ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Komisioner KPU Lampung itu dilaporkan karena diduga melakukan praktik jual beli jabatan dalam proses rerkrutmen komisioner KPU kabupaten/kota.

Dugaan jual beli jabatan disampaikan GS, yang menyebut istrinya VYP diminta uang pelicin agar lolos dalam seleksi calon komisioner KPU Kabupaten Tulangbawang.

Permintaan uang disampaikan LP kepada VYP, lantaran VYP tersandung masalah dalam sistem partai politik (Sipol) KPU.

Selanjutnya GS menemui ENF dan LP, sembari menyerahkan yang sebesar 100 juta rupiah kepada LP.

Menariknya, ENF bercerita kepada GS, jika ia juga melakukan hal sama dengan menyerahkan uang sebesar 250 juta rupiah saat mengikuti seleksi calon komisioner KPU Provinsi Lampung.

  • Tentang Penulis

    Ikhwan Wijaya

    Reporter RRI Bandar Lampung<br />

  • Tentang Editor

    Ikhwan Wijaya

    Reporter RRI Bandar Lampung<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00