• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kota Bandar Lampung

Ini Sikap KPU Lampung Terkait Dugaan Suap Seleksi Kabupaten/Kota

11 November
17:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandarlampung-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi persoalan yang membelit Esti Nur Fathonah, komisioner yang menangani Divisi Perencanaan dan Logistik, yang disebut menerima uang untuk meloloskan calon komisioner KPU kabupaten/kota, dalam seleksi tahun 2019.

Ketua KPU Lampung Erwan Bustami, Senin, (11/11/2019) memimpin jumpa pers untuk memberikan penjelasan terkait sikap lembaga dalam menanggapi persoalan yang membelit salah seorang anggotanya, Esti Nur Fathonah, yang disebut menerima uang untuk meloloskan calon komisioner KPU kabupaten/kota.

Dalam jumpa pers itu Erwan Bustami membacakan tiga sikap resmi KPU Lampung berkaitan dengan dugaan penerimaan uang pelicin dalam rekrutmen calon komisioner KPU kabupaten/kota.

“Kami sudah menggelar rapat pleno mulai pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. Ada beberapa point yang ingin kami simpulkan dalam jumpa pers sore ini,” jelas Erwan.

Menurutnya, sikap resmi KPU Lampung menanggapi polemik yang tengah berkembang yakni, KPU secara kelembagaan menyerahkan dan mendukung penyelesaian persoalan tersebut sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, KPU Provinsi Lampung tetap melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajibannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tanpa terpengaruh oleh dugaan salah satu anggota yang dituduh melakukan dan menerima suap untuk menjadi komisioner KPU provinsi dan kabupaten, serta KPU Provinsi Lampung mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum yang akan berlangsung di lembaga yang berwenang.

“Kami berharap, semua pihak dapat menunggu hasil dari proses yang akan berlangsung tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, di hadapan wartawan, Esti Nur Fathonah membantah semua tudingan yang menyebutnya menerima uang dari calon komisioner KPU Tulangbawang, melalui LP, yang merupakan calon komisioner KPU Kabupaten Pesawaran.

Esti justru menyarankan wartawan untuk menanyakan langsung kepada pelapor yang sudah menyebut dirinya menerima sejumlah uang dari calon anggota KPU kabupaten/kota, dalam proses seleksi.

“Masalah penyerahan uang yang dituduhkan, itu silahkan kalian bertanya kepada orang yang memberikan uang itu. Tapi yang jelas, saya tidak pernah menerima uang apapun dalam proses seleksi dari siapapun dan untuk apapun,” tegasnya.

Selain membantah menerima sejumlah uang, Esti Nur Fathonah juga mengaku tidak pernah melakukan pertemuan dengan siapapun khususnya calon komisioner KPU kabupaten/kota.

Esti Nur Fathonah dilaporkan seorang akademisi hukum dari Universitas Lampung, Budiono melalui LBH Bandarlampung ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), lantaran diduga melakukan praktik jual beli jabatan dalam proses rerkrutmen komisioner KPU kabupaten/kota.

  • Tentang Penulis

    Ikhwan Wijaya

    Reporter RRI Bandar Lampung<br />

  • Tentang Editor

    Ikhwan Wijaya

    Reporter RRI Bandar Lampung<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00