• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

TPID Lampung Waspadai Inflasi Di September 2019

15 October
13:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandarlampung: TPID Lampung mewaspadai tingkat Inflasi di Provinsi Lampung pada bulan September 2019 yang telah melebihi titik tengah sasaran inflasi nasional sebesar 3,5±1% persen atau diangka 3,59%.

Wakil Ketua TPID Lampung, Budiharto Setyawan, pada kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Lampung, Selasa(15/10/19), mengatakan, secara tahunan, inflasi di bulan September 2019 sebesar 3,59%(yoy) sudah melebihi titik tengah sasaran inflasi nasional sebesar 3,5±1% sehingga perlu diwaspadai.

"Inflasi pangan pada periode yang sama juga masih terpantau tinggi hingga 6,34% (yoy) melampai target yang ditetapkan 6%," ujar Budiharto Setyawan.

Dikatakan Kepala kantor Perwakilan daerah Bank Indonesia Provinsi Lampung itu, adapun deflasi yang terjadi pada komoditas bumbu-bumbuan di bulan September 2019 seperti cabai merah, bawang merah dan cabai rawit dengan total andil -0,67% mendorong penurunan tekanan inflasi di Provinsi Lampung, meski demikian, deflasi yang lebih dalam tersebut tertahan oleh inflasi yang terjadi pada kelompok pendidikan dengan total andil sebesar 0,39%.

Dikatakannya, sampai dengan bulan September 2019, inflasi di Provinsi Lampung relatif terkendali dalam rentang sasaran target nasional sebesar 3,5±1%, meski levelnya cenderung meningkat dibandingkan tahun 2018.

"Sejak Mei 2019 dijelaskannya, komoditas cabai merah konsisten menjadi penyumbang inflasi terbesar, andil inflasi cabai merah di Provinsi Lampung terpantau lebih tinggi dibandingkan sebagian besar provinsi lain di Indonesia," kata Budiharto.

Hal ini dikatakannya perlu mendapat perhatian bersama mengingat Lampung merupakan salah satu sentra cabai merah atau 10 besar nasional, berdasarkan data BPS terkini, penurunan harga komoditas cabai merah menjadi pendorong deflasi dengan andil terbesar (0,45%) sehingga membuat Provinsi Lampung mengalami deflasi sebesar 0,20% pada bulan September 2019.

Lebih lanjut dikatakan, jika melihat data historis pada tahun 2018 hingga September 2019, volatilitas harga di Provinsi Lampung seringkali terjadi akibat pergerakan harga komoditas bahan makanan, seperti aneka cabai, beras, bawang merah dan bawang putih yang seringkali menjadi penyumbang terbesar inflasi maupun deflasi di Provinsi Lampung.

Selain itu, kenaikan tarif angkutan di periode mendekati hari raya keagamaan juga seringkali menjadi pendorong inflasi Lampung. Penyebab inflasi yang berulang tersebut seharusnya dapat diantisipasi dengan koordinasi antar anggota TPID dan stakeholders terkait.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00