• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KRIMINAL

Densus 88 Melakukan Penangkapan Dua Orang Terduga Tetoris di Bandar Lampung

14 October
20:58 2019
5 Votes (1.8)

KBRN, Bandar Lampung: Densus 88 melakukan penggeledahan di Jalan Agus Salim Kelurahan Kaliawi Bandar Lampung yang diduga menjadi tempat meniginap Dua orang terduga teroris yang ditangkap Densus 88.

Penggeledahan dilakukan di sebuah rumah tempat pembuatan lighting panggung dan sound system, kelurahan Kaliawi, Bandar lampung, Senin (14/10/2019). Seperti diungkapkan oleh Babinsa Kodim 0410 kota Bandar Lampung,   Ginanjar,  bahwa dirinya bersama Lurah dan ketua RT menyaksikan penggeledahan tempat kediaman kedua terduga teroris tersebut. Namun menurutnya kalau untuk penagkapan kedua orang terduga teroris bernama Rizki dan Arif sudah sejak pukul 11.00 wib. di Jalan Antasari daerah pasar tugu.

" Saya bersama pak Lurah, dan RT menyaksikan penggeledahan. Kalau penangkapan sudah jam 11.00 wib, di Jalan Antasari di daerah pasar tugu, dua orang terduga teroris diamankan bernama Rizki dan Arif (Aul)," Ujarnya

Dijelaskan Ginanjar dari hasil penggeledahan tersebut densus 88 menemukan beberapa barang bukti, diantaranya satu unit laptop, lima butir amunisi aktif, senjata tajam dan beberapa peralatan lainnya.

" Barang bukti berupa satu laptop, lima butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm, sajam, satu tas warna putih, satu tas loreng, satu tes putih kecil, tiga buah batre kecil serta rangkaian alat listrik," kata dia

Sementara itu Ketua RT 013 Lingkungan 1 Kelurahan Kaliawi Edi Supono mengaku tidak mengenal kedua orang terduga teroris tersebut kerena keduanya belum melaporkan diri.

Menurut ketua RT itu yang digeledah Densus 88 tersebut merupakan tempat pembuatan lighting panggung,  yang diketahui sebagai penaggung jawabnya  bernama Juju dan  wakilnya bernama Andre. Serta meraka telah melaporkan diri atas nama lima pekerja, jadi tidak diketahui jika pekerjanya sudah bertambah.

“Disini tempat pembuatan lighting panggung, dimana Pak Juju sebagai penanggung jawab dan pak Andre wakilnya. Kalau Pak Juju dan pak Andre sempat melapor atas lima pekerja. Gak tau kalau bertambah-bertambah pekerjanya. Biasanya kita kontrol kesini dan menanyakan langsung, beberapa hari ini agak kurang kontrol, sepengetahuan saya tidak ada aktivitas mencurigakan disini, biasa saja," katanya. 

Sedangkan menurut  Asep 27 Tahun  yang merupakan teman satu kamar terduga teroris itu mengaku kaget  dengan kedatangan Densus 88 yang menggeledah kamarnya serta atas tertangkapnya Arif (Aul) dan Rizki, sebagai terduga teroris. Sebab Ia mengenal kedua temanya itu  sebagai pribadi yang taat beribadah dan  biasa saja, serta tidak ada tingkah laku yang mencurigakan.

" Saya kira hanya kasus narkoba, tidak tahunya kasus teroris. Saya sempat kaget, anaknya biasa saja, waktunya bekerja ya bekerja,malah ia sering mengingatkan dan mengajak rekan yang lainya untuk sholat bersama, terkadang ia suka pulang malam untuk mengerjakan proyek meja," ujar teman terduga teroris itu. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00