• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Petani Tomat Di Lampung Selatan Keluhkan Anjoknya Harga Jual Di Tingkat Petani

12 October
16:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Lampung Selatan - Petani tomat di Desa Kelaten Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan mengeluhkan anjloknya harga jual tomat di tingkat petani sejak beberapa pekan terakhir.

Tomat yang biasanya mampu dijual petani dengan kisaran harga Rp4.000 hingga Rp6.000 per kilogram, kini hanya laku dijual Rp1.000 per kilogram.

Salah seorang petani tomat, Hendro mengungkapkan, harga tomat saat ini sedang anjlok. Tomat dengan kualitas super hanya laku dijual dengan harga Rp1.500 per kilogramnya, sementara untuk yang kualitas tanggung harganya lebih murah lagi.

"Harga tomat anjlok sudah sejak dua minggu terakhir, akibatnya para petani memilih menelantarkan buah tomatnya di pohon hingga berjatuhan dan membusuk," kata Hendro, Sabtu (12/10/19). 

Menurutnya, anjloknya harga tomat saat ini terjadi akibat masa panen yang bersamaan dengan petani tomat di daerah luar. Sehingga menyebabkan stok tomat dari daerah luar melimpah masuk ke pasar-pasar.

"Pertimbangannya jika dijual harganya yang terlalu murah tidak menutupi biaya pemeliharaan, disamping itu jika dijual petani harus mengeluarkan biaya lebih untuk ongkos memetik dan membeli keranjang," imbuhnya. 

Dengan harga tomat yang terjun bebas seperti saat ini, dirinya terpaksa harus menanggung kerugiaan yang tidak sedikit. Sebab untuk merawat tanaman tomat, ia membutuhkan perawatan ekstra dan biaya yang tidak sedikit terutama membeli pupuk dan obat-obatan agar petani bisa mendapatkan untung, idealnya harga jual tomat di tingkat petani mencapai Rp.4.000 – Rp.5.000 per kilogramnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00