• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DikTekno

Sadar Kasus Stunting belum tuntas, Akper Ibnu Sina Kota Sabang Update Pengetahuan Perawat

27 February
14:44 2020
5 Votes (2.4)

KBRN, Sabang : Menyadari masalah Stunting belum tuntas, Akper Ibu Sina Kota Sabang gelar Seminar dampak Stunting bagi Psikis anak. 100 lebih tenaga perawat diberi pengetahuan penanganan dari pemateri, yang salah satunya berasal dari Norwegia. 

Stunting atau gizi buruk kronis pada anak cukup mengkhawatirkan dalam 2 tahun ini. Angka Stunting di Asia tenggara yang relative tinggi menyebabkan WHO ikut konsen menanggapi serius hal ini. Dari Data Aplikasi Elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGMB) Stunting di Sabang capai 540 dari total 2.037 balita atau sebesar 26,5 persen pada tahun 2018,  dan menurun versi WHO pada tahun 2019 yang tinggal 16 persen saja.  

Menyadari stunting belum tertangani sepenuhnya, Sekitar 100 perawat di Sabang Kamis (27/02/2020) Pagi di berikan pembekalan dalam Seminar Keperawatan "Dampak Stunting terhadap psikis Anak", yang diselenggarakan oleh Akper Ibnu Sina Kota Sabang. 

Direktur Akper Ibnu SIna Kota Sabang Aida Khairunisa SST, M.Si mengungkapkan, meski angka stunting di Sabang telah menurun, namun perlu upaya untuk menekannya menjadi zero atau nol. Dalam kegiatan itu sebutnya para perawat terutama dari Akper Ibnu Sina, di beri pengertian tentang  dampak stunting pada anak, penanganan dan data stunting di Negara pembanding.   

“ide tema sendiri muncul dari usul para tenaga pengajar disini, karena kita lihat masalah ini masih banyak di bicarakan. Untuk angka stunting di Sabang sendiri belum terlalu tinggi, tapi dari paparan Dinas Kesehatan Kota Sabang, angka stunting di Sabang sudah ada. Jadi kegiatan ini bisa menambah Pengetahuan Perawat untuk penanganan stunting sehingga bisa kita tekan menjadi nol, atau kita hilangkan sama sekali” ujarnya Kamis (27/02/2020).  

Ia berharap tenaga medis di Sabang, terutama dari Akper Ibnu Sina bisa kontinyu mendapatkan pengetahuan terutama isu-isu yang sedang berkembang seperti penanganan Psiskis anak penderita stunting, Sehingga akan meningkatkan kemampuan pelayanan Perawat di lapangan. 

“di harapkan perawat-perawat kita di Kota Sabang dapat banyak menambah ilmu baru guna meningkatkan pengetahuan Keperawatan di Sabang terutama di Akper Ibnu Sina” tambahnya. 

Seminar dibuka oleh Ketua DPD Persatuan Perawat Kota Sabang (PPNI) Ns. Ibnu Mastur yang menyambut baik  kegiatan, terutama pada tema yang diusung, karena sejalan  dengan perkembangan global. Menurutnya isu stunting masih relevan dan masih menjadi permasalahan di negara-negara Asia Tenggara hingga kini. Ia menyebutkan Stunting merupakan satu tantangan Indonesia termasuk Sabang karena nnegara ini telah di klasifikasikan sebagai Negara maju. 

“dari PPNI Kota Sabang apresiasi terselenggaranya kegiatan Seminar dampak stunting terhadap Psikis Anak ini. ini masih relevan meski sekarang isu stunting yang trend 2 tahun belakang sudah tertutup dengan isu Corona. tapi isu ini masih menjadi masalah besar di negara-negara di Asia Tenggara, termasuk kita ” ujarnya.

“Para Perawat sangat beruntung ada pemateri sekelas Bapak Martunis yang juga Pengurus PPNI, Apalagi didukung pemateri dari Norway salah satu negara maju, kita bisa melihat bagaimana penanganan mereka disana, apakah bisa diterapkan disini, karena ini tantangan, kita tahu kita sudah dimasukkan kedalam  negara maju dari negara berkembang oleh AS” ujar Mastur. 

Selain pemateri Dr.rer.med. Martoenis, MSc, MH Dosen Fakultas Keperawatan Unsyiah Banda Aceh, juga turut menjadi narasumber Anne Trolvik, RN,PhD yang merupakan Dosen di Inland Norway University of applied Sciences, yang menyampaikan  data dan penanganan stunting pada anak di Norwegia. Seminar berlangsung sehari dan diikuti sekitar seratusan tenaga perawat di Kota Sabang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00