• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Penghentian peredaran rokok khusus kawasan bebas, rokok Ilegal menurun

26 February
13:51 2020

KBRN. Sabang : Sejumlah merek Rokok yang selama ini beredar di kawasan Bebas Pabean termsauk Sabang telah di hentikan. Hal itu terrkait rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap tingginya penyalahgunaan peredaran Rokok Kawasan Bebas diluar area tersebut.

Sejumlah merek Rokok yang selama ini beredar di khusus kawasan dan Pelabuhan Bebas Sabang tanpa cukai rokok, telah dhentikan. Seperti diketahui rokok khusus beredar di kawasan bebas lebih murah dari segi harga, Karena tidak dikenakan pajak pita cukai.  

Rokok kawasan bebas Sabang ini juga kerap menajdi barang oleh-oleh beerapa tamu di Sabang, Namun dena jumlah terbatas, sesuai Aturan Kawasan Pedafaganga dan Pelabuhan Bebas. 

Menurut Kasi Perbendaharaan Kantor Bea Cukai Sabang Fajar.S. Beberapa jenis rokok kawasan bebas ini masih bisa ditemuia namun menurutnya merupakan sisa stok lama. 

Fajar mengatakan rokok khusus kawasan bebas ini menjadi saingan (competitor) yang serius bagi rokoklegal di luar kawasan Perdaganagn dan Pelabuhan Bebas, dan dapat memicu peredaran rokok ilegal.

 “setelah KPK melakukan Road Show di beberapa kawasan bebas seperti Batam, Bintan Karimun dan Sabang, ditemukan rokok yang seharusnya beredar di kawasan bebas disalahgunakan dan beredar diluar kawasan bebas, secara perekonomian dia akan jadi competitor bagi produsen atau Industri rokok yang ada diluar kawasan bebas, karena secara harga dia lebih murah, itu menadi kompetiror yang sangat seius bahkan bisa berdampak besar bagi Industri rokok di luar kawsan bebas” uajarnya Selasa (25/02/2020). ”  

Dikatakan fajar tidak ada lagi rekomendasi dari sentra Produsen rokok di Indonesia seperti Jawa timur dan jawa tengah,  untuk memasukkan rokok khusus Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas. Dengan penghentian ini diharapkan tidak ada lagi penyalahgunaan fasilitas bebas cukai diluar Kawasan Bebas. Sehingga tingkat Peredaran rokok Ilegal dapat ditekan.  

“diharapkan nanti tidak ada lagi penyalahgunaan fasilitas pembebasan cukai di Kawasan bebas, Jadi mereka harus pesan pita cukai kemudian membayar pita untuk penerimaan Negara, sehingga tingkat predaran rokok illegal akan menurun” tambahnya. 

Pantauan RRI di Sabang sendiri merek rokok tertentu yang dulu tidak dikenakan Bea dan Cukai kini masih beredar dengan jenis ternbatas dan tanpa tulisan Khusus Kawasan Bebas” sementara pita cukai juga telah melekat  pada kemasan. 

Bea Cukai sendiri mencatat 3 tahun belakangan kecendrungan peredaran rokok Ilegal menurun  di Indonesia, dari  tahun 2017 sebesar 11 persen, 2018 menjadi 8 persen sedangkan tahun  2019 turun menjadi 3 persen. Hal ini menunjukkan  komitmen untuk menekan peredaran rokok Ilegal dengan harapan akan meningkatklan penerimaan Negara.

00:00:00 / 00:00:00