• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

9 Bulan Kabur dari Tahanan Polresta Banda Aceh, Ternyata MA Jadi Bandar Sabu

25 February
00:00 2020

KBRN, Banda Aceh : MA (30) yang sempat kabur dari tahanan Polresta Banda Aceh ternyata jualan narkoba jenis sabu sepelariannya. 

Saat digelandang penyidik ke ruang pemeriksaan, MA tampak menggunakan penutup wajah. Kepada penyidik MA mengaku selama 9 bulan buron, Ia sembunyi di kawasan Kecamatan Montasik. MA juga mengaku bahwa selain menggunakan narkoba, juga mengedarkan sabu. 

"Dijual juga sabu, harganya satu paket Rp 100 ribu," ujar MA saat ditanyai penyidik. 

Pelarian MA terhenti setelah petugas menyergap di rumahnya di kawasan perumahan cinta kasih, Desa Neuhen, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar pada Minggu (23/2/2020). Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan narkotika jenis sabu seberat 5,97 gram yang telah dipaketkan dan ganja 0,54 gram. Selain itu petugas juga menyita sebatang linting ganja dari tersangka. 

Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang, SIK mengatakan MA merupakan buronan polisi yang kabur dari tahanan Polresta Banda Aceh pada tanggal 20 Mei 2019 silam. 

"Tersangka kabur pada saat bulan puasa, saat itu petugas sedang memberi makan sahur kepada tahanan, lalu pelaku bersama empat orang tahanan lainya kabur. Dua berhasil ditangkap saat itu dan tiga melarikan diri dan sekarang satu orang telah kita tangkap," kata Boby, Senin (24/2/2020). 

Saat ditangkap, sebut Boby, MA bersama rekannya dan juga ikut ditangkap, sementara satu orang berhasil kabur. 

"Disaat Polisi mendapatkan informasi dari warga, dilanjutkan dengan penyelidikan dan menyergap tersangka dirumahnya. Pada saat itu, tersangka MA sedang bersama rekan lainnya, yaitu AHS (21) dan RU. Sementara RU berhasil melarikan diri," tutur Boby.

Setelah dilakukan penggeledahan pada badan tersangka, lanjut Boby, dari saku baju tersangka MA ditemukan 4 paket sabu, dan di sekitar tersangka MA ditemukan lagi 1 paket sabu lainnya. Kemudian melanjutkan lagi penggeladahan terhadap rumah yang dihuninya dan kembali ditemukan satu linting ganja kering untuk dihisapnya. 

Dari keterangan tersangka MA, barang haram tersebut diperoleh dari YOK (panggilan) dengan cara dibeli senilai 700 ribu, sementara YOK ditetapkan sebagai DPO, tambah Boby. 

Boby mengungkapkan, tersangka MA akan dikenakan hukuman berlapis. "Tersangka sebelumnya juga terlibat kasus narkoba dan saat itu kasus sedang penyidikan, sekarang kita sangkakan dengan kasus yang baru karena saat ditangkap juga ditemukan narkoba," ujar Dia. 

Tersangka dijerat dengan Pasal 111 ayat 1, pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 1 dari UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam hukuman 5 sampai 20 tahun penjara. 

00:00:00 / 00:00:00