• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Sepakbola Aceh Pertahankan Pemain Lama Hadapi PON XX Papua

23 February
18:32 2020



KBRN, Banda Aceh : Untuk mempertahankan keutuhan dan kesolidan tim, suluruh pemain sepakbola Aceh yang telah berjuang meraih medali emas pada Porwil X di Bengkulu Oktober tahun lalu dipersiapkan menghadapi PON XX di Papua Oktober mendatang. 
"Kita tetap pertahankan eksistensi semua pemain untuk dipersiapkan bermain di PON dan tidak ada pergantian maupun rekrutmen pemain baru", ujar Sekretaris Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh, Nazaruddin kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu (23/2/2020).
Nazaruddin menyebutkan, selain menjaga keutuhan tim yang sudah kompak dan solid juga menghargai perjuangan para pemain meraih tiket PON dengan torehan medali emas.
"Rekrutmen dimungkinkan apabila ada pemain yang mengalami cedera yang penyembuhannya butuh waktu lama untuk bisa bermain lagi atau performa anjlok karena tidak aktif latihan,"ungkapnya. 
Seperti diketahui sebanyak 20 pemain tim Aceh yang diboyong ke Bengkulu juga mengakhiri penantian Aceh selama 20 tahun untuk meraih medali emas cabang olahraga bergengsi ini, sejak Porwil di Jambi pada1999 yang juga ajang prakualifikasi PON.
Kedua puluh pemain tersebut Putra Kurniawan, Amiril Mukmina, M Fayrushi, Yavani, Reza Santika, Rezal Mursalin, Muharrir, Riski Yusuf, Ridha Umami, Alvin Abdul Halim, Edi Tiadarma, Akhirul Wadhan, Kautsar Ramadhan, Wahyudin Taqre, M Fahrizal, Jamaluddin, Muzakir, Jati Umara, Reza Pratama, Perda Rahman.
"Tidak hanya pemain, pelatih yang telah sukses mengantarkan tim menjuarai Porwil yaitu Muhammad Azhar, Mukhlis Rasyid dan manejer Agus juga dipertahankan", ujar Nazar sapaan akrab Sekum Asprov PSSI Aceh ini. 
Nazar menyatakan, kemampuan dan kualitas pemain serta tim akan ditingkatkan secara maksimal melalui pemusatan latihan daerah (Pelatda). "Sukses meraih medali emas, tim sepakbola menjadi cabang kategori atau prioritas satu  mendapat pembinaan dalam Pelatda dua bulan desentralisasi dan enam bulan sentralisasi yang dibiayai KONI Aceh untuk menghadapi PON Papua,"ujarnya lagi.
Nazar menyebutkan, para pemain telah menjalani Pelatda desentralisasi selama dua bulan di klub dan tim daerahnya masing-masing yang dimulai 17 Februari 2020. "Setelah itu, seluruh pemain akan menjalani pemusatan latihan daerah sentralisasi selama enam bulan yang terpusat di Banda Aceh,"sebutnya.
Ia yakin materi pemain yang ada cukup berkualitas untuk dipersiapkan bersaing meraih medali pada pesta olahraga nasional empat tahunan di tanah air ini Oktober mendatang. 
"Kita tidak ragu, karena para pemain kontinyu berlatih dan mengikuti kompetisi selama ini membela tim atau klub daerahnya masing-masing. Artinya mereka tidak vakum setelah Porwil, tetap dalam kondisi prima dan performa yang siap tanding, "katanya.
Seorang pemain tim Aceh, Risky Yusuf Nasution merumput di Liga 2 membela Persijap Jepara. "Kita harapkan semua pemain menjaga kebugaran, kesehatan, fisik tetap prima dan siap menjalani Pelatda sentralisasi", ujarnya.  
Untuk diketahui, tim sepakbola amatir Aceh yang semata-mata berjuang meraih prestasi demi kebanggaan masyarakat dan mengharumkan nama daerah, pernah mendapat medali perak pada PON XIII/1993 di Jakarta.

Berikut tim yang akan berlaga di PON XX yaitu Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Jawa Barat dan tuan rumah Papua.

00:00:00 / 00:00:00