• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pelaku Wisata Sabang minta Pemerintah hubungi WHO antisipasi Corona Virus

20 February
12:56 2020

KBRN, Sabang : Dampak Penyebaran Corona Virus dalam Dunia Pariwisata di Sabang diharapkan dapat teratasi dengan pembenahan sarana Kesehatan bagi Wisman. Pelaku Wisata di Sabang tidak ingin mati langkah hanya karena dampak Penyebaran Virus Corona. 

Sebagai Kawasan yang sebagian besar menggantungkan Ekonomi masyarakatnya pada dunia Pariwisata, Sabang mau tak mau tentu harus berbenah. Bukan main-main ancaman Corona Virus mulai terasa pelan-pelan menghambat sektor Pariwisata. 1 kapal pesiar berisi 1200 penumpang MS Artania yang kerap menjadi “gong Dollar” gagal masuk ke Sabang belum lama ini. Dampak nya tentu ada, Penjualan aksesoris Masyrakat, kendaran rental, belum lagi usaha boat dan kuliner memupus harapan untuk mengais rezeki pada tamu-tamu asing itu. 

Ketua Himpunan Pramuswisata (HPI) Kota Sabang Trisnani Murniawati Kepada RRI mengatakan dari kejadian ini dapat di ambil pelajaran ternyata Sabang belum siap, terutama dari segi sarana dan pelayanan Kesehatan. Ia menyebut Terminal Kedatangan dan Kelengkapan sarana Kesehatan adalah prioritas demi kelangsungan aktifitas Wisata turis dari mancanegara dalam masa status waspada Corona Virus sekarang ini. Pihaknya meminta pihak terkait memperbaikinya. Pilihan lain adalah meminta bantuan World Health Organization (WHO), Badan Kesehatan Dunia itu sebutnya punya kewajiban untuk memfasilitasi sarana Kesehatan ini agar dapat membatasi penyebaran Corona Virus.

“Dampak tentu ada secara ekonomi bagi kita yang umumnya pencaharian masyarakat nya di bidang pariwisata. ini momentum untuk Sabang lebih maju, lebih siap sebagai daerah Wisata. Ini terbukti sebagai daerah Wisata kita belum siap. Apalagi kami HPI juga melayani Yacht kapal layar. Kapal pesiar saja layaknya Kota terapung yang lengkap bahkan ada sekelas rumah sakit itu masih bermasalah. Apalagi kapal layar yang bebas jalan kemana saja. Tapi ini kita wajib usaha,  

“Pelabuhan belum ada terminal kedatangan, yang ada Lapangan kedatangan. Bila pemenuhan fasilitas itu dipandang mahal, saya kira bisa ke WHO. Ini kewajiban mereka sebagi bahan Kesehatan Dunia. Dan kita punya hak untuk di Fasilitasi dengan WHO. Kami mengusulkan demikian” ujarnya Rabu (20/02/2020). 

Ia menambahkan saat ini dilapangan para pelaku Wisata juga ragu-ragu dalam melakukan usahanya, Karena akan terkena dampak negativ demi mengejar pendapatan. Sehingga ada jaminan untuk pelaku wisata dan masyarakat dalam melanjutkan usaha nya dalam dunia Pariwisata.  

“kita juga ngeri-ngeri sedap dilapangan, kitai ingin dapat rezekinya, tapi juga tidak inginkan efek negatifnya, biayanya kan lebih tinggi daripada uang yang kita dapat. Dari instansi terkait dalam hal ini yang berhubungan dengan Kesehatan, mumpung momen nya pas di canggihkanlah sarananya, jadi kita dari pelaku wisata ini tidak mati langkah.” harapnya.   

Sejumlah Kegiatan Wisata Bersakala Nasional dan Lokal akan dilaksanakan di Sabang, Termasuk Kedatangan kapal Pesiar dan Kapal layar asing dalam tahun ini. Pemerintah harus secepatnya mengantisipasi agar dapat tetap terlaksana dengan kesiapan sarana atau menunda kegiatan tersebut. 

00:00:00 / 00:00:00