• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemerintah

Pesawat Tempur TNI AU 'Turunkan Paksa Pesawat Asing'

19 February
18:48 2020
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Pesawat tempur Hawk 100 dan Hawk 200 dibawah leader Unsur TS  Sakdron Udara 12 Mayor Penerbang Arie Prasetyo “Ninja” menurunkan secara paksa pesawat asing yang melintasi wilayah udara Indonesia. Penurunan paksa di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar ini setelah mendapat laporan satuan radar di jajaran Kosekhanudnas III. 

Penurunan secara paksa tersebut dilakukan setelah proses identifikasi dan imbauan untuk keluar dari wilayah udara Indonesia, namun tidak ditanggapi, dan akhirnya pesawat tempur jenis Hawk dari sekandron udara 12 melakukan tindakan force down (penurunan paksa) di pangkalan terdekat yaitu Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Skenario ini bukanlah sungguhan, melainkan rangkaian latihan pertahanan udara kilat – 20 dan Cakra – 20 tahun 2020 di wilayah Kosekhanudnas III. 

 “Ini adalah simulasi penanganan pesawat asing yang masuk wilayah Indonesia yang kemudian di turunkan secara paksa atau force down yang melibatkan dua pesawat Hawk 100 dan Hawk 200,” kata Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Penerbang Hendro Arief. 

Menurut Hendro, kegiatan ini sebagai bagian Latihan Kilat/Cakra C 20 tahun 2020. Kegiatan ini memerlukan koordinasi yang intensif, kerja sama dan sinergitas setiap lini dalam rangkaian penindakan mengingat wilayah udara Indonesia bagian barat berbatasan dengan negara-negara tetangga dan zona strategis yang memerlukan pengamanan yang lebih ketat.

Untuk itu, lanjutnya, kegiatan ini menjadi penting dan harus menjadi perhatian serius mengingat wilayah udara Indonesia bagian ujung barat merupakan wilayah perbatasan dengan dengan negara lain, sehingga potensi pelanggaran wilayah teritorial sangat mudah terjadi. 

"Masih segar diingatan kita, pada tahun 2019 lalu ada 7 pesawat tempur milik negara Perancis yang mendarat darurat di Lanud SIM Aceh," ujarnya. 

"Latihan force down ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan personel seandainya terjadi hal-hal seperti yang disimulasikan," sebut Hendro Arief. 

“Kita melihat bahwa kesiapsiagaan personel sudah cukup baik, setiap tahapan berjalan dengan lancar. Hal ini harus tetap dipertahankan, dibina dan dikembangkan kedepannya," tambahnya. 

Hendro menjelaskan, skenario dalam kegiatan simulasi ini, setelah pesawat mendarat, pesonel Lanud Sultan Iskandar Muda dan Kompi senapan C Yonko 469 dengan bersenjata lengkap melakukan pertahanan pangkalan  di kedudukan masing-masing menunggu perintah pimpinan, kemudian satuan polisi militer bersama intelijen mengamankan pilot dan menginterogasi untuk mendapatkan semua data-data informasi yang dibutuhkan  karena telah memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin dan tanpa kelengkapan dokumen yang jelas.

Sementara itu, Leader Unsur TS  Sakdron Udara 12 Mayor Penerbang Arie Prasetyo mengatakan, sebelum melakukan penurunan paksa pesawat tersebut pihaknya mendapat instruksi bahwa ada pesawat musuh yang masuk ke wilayah udara Indonesia. 

"Jadi kita terbang dari Suwondo Medan, sekitar utara Suwondo lalu mendapat instruksi ada peswaat musuh yang masuk ke wilayah udara Indonesia, dan kita mendapat perintah untuk menurunkan paksa pesawat tersebut dan kita turunkan di Lanud SIM Aceh," pungkas Arie Prasetyo. 



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00