• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Kesadaran Wajib Pajak Untuk Pelunasan PBB di Sabang Masih Jauh Dari Harapan

11 February
12:27 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sabang: Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan di Sabang masih jauh dari harapan. Hal itu dipicu oleh masih kurangnya kesadaran masyarakat/ wajib pajak untuk melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Demikian dijelaskan Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Sabang, Jufriadi, SE, M. Si, saat diwawancarai RRI selasa pagi diruang kerjanya.

Kata Jufri, menurut pantauan pihaknya, pemilik banguan atau tanah bersangkutan tidak berdomisili di Kota Sabang, menjadi salah satu faktor penyebab masih kurangnya pendapatan daerah melalui PBB, disamping hal- hal lain.

“Masyarakat sebagian ada yang sudah perduli. Tapi masih banyak yang belum bayar. Itu karena sebagian wajib pajak itu berdomisili di luar Sabang. Tapi tunggakan itu tetap terhitung di aplikasi. Kalau kesadaran sudah sedikit lebih bagus dari tahun lalu,” ujar Jufriadi, Selasa (11/02/20).

Sebagai panutan dan pendorong bagi masyarakat agar mau membayar Pajak Bumi dan Banguan selaku wajib pajak, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Sabang ditekankan wajib melunasi PBB, baik untuk objek tanah, bangunan/ rumah pribadi, bahkan rumah sewa yang ditempati PNS itu sendiri.

“PNS diwajibkan. Pimpinan pun tidak mau tanda tangan DP3 kalau mereka tidak lunasi PBB. Kita juga mendata di SKPD mana, UPD mana yang punya objek pajaknya yang harus dilunasi, walaupun dia tinggal dirumah sewa, dia wajib bayar PBB rumah itu,”

Menurut data yang diterima RRI dari sekertariat penerimaan pembayaran Pajak Bumi dan Banguan Kota Sabang, pada akhir tahun 2019 kemarin, ada sedikit peningkatan penyetoran PBB. Namun disayangkan, pelunasan PBB dimaksud sebagian besar hanya untuk kelengkapan berkas pengurusan pinjaman/ pembiayaan Bank dan kelengkapan urusan lainnya. RA

00:00:00 / 00:00:00