• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Terlibat Kasus Pencurian, Pasutri Baru Nikah ini Terpaksa Bulan Madu di Penjara

22 January
23:16 2020
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Sepasang suami istri di Aceh ini terpaksa harus menghabiskan bulan madunya di dalam sel tahanan. Keduanya dibekuk oleh polisi lantaran terlibat kasus pencurian. 

Pasutri yang baru menikah ini kompak membobol sebuah toko ponsel. Pelaku yang berinisial MI (20) dan SR (22) itu menggasak ratusan voucher pulsa senilai belasan juta rupiah. 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Darul Imarah Iptu Suriya, di Banda Aceh, Rabu (22/1/2020) mengatakan, kedua pelaku merupakan warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. 

"Penangkapan terhadap MI (20) dan SR (22) warga kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar tersebut berkat dukungan dan informasi dari warga masyarakat yang menjual voucher" kata Suriya.

Dia menjelaskan kronologi pengungkapan kasus tersebut berawal ketika pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat. 

"Kedua pelaku setelah melakukan aksi  pencurian dan pembongkaran terhadap dengan cara memecahkan kaca lemari dan mengambil ratusan voucer melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Vario BL 6822 LBD warna Hitam ke desa Lamteh, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, ucap Suriya.

Keduanya, kata Kapolsek adalah pasangan Suami Isteri (Pasutri). Mereka melakukan aksinya di sebuah toko Ponsel Meukah milik Romy Purnawan, warga Tingkeum di desa Lampeuneurut Gampong, Aceh Besar. 

"Kasus curat yang terjadi di Ponsel Meukah melibatkan Pasutri yang baru menikah tiga bulan lalu diringkus di depan Nana Celluler desa Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Minggu (19/1/2020)," ucap Kapolsek.

Penangkapan terhadap pasutri berdasarkan laporan polisi nomor LP.B / 12 /I/Res 1.8/ 2020/Sek Darul Imarah tanggal 18 Januari 2020  terkait adanya tindak pidana pencurian dan pembongkaran di Meukah Ponsel, tambah Kapolsek.

Iptu Suriya bersama opsnal Polsek Darul Imarah melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang telah membongkar lemari stainless kaca dengan cara memecahkan kaca lemari yang berisikan ratusan kartu voucher HP. 

Suriya menceritakan kronologis kejadian yang berawal dari pelaku SR dan MI menuju ke Toko Teuka Baru dengan tujuan membeli air mineral merk Power, SR masuk kedalam toko Teuka Baru dan membeli air mineral serta berjumpa dengan saksi Zulfitri, sementara itu MI berada di sepeda motor miliknya.

Setelah SR melakukan aksinya dengan cara menarik kaca lemari, namun tidak berhasil dan SR mengajak MI untuk melakukan aksi yang sama. 

“Setelah berhasil mengambil Kartu Voucher HP dengan cara menyimpan didalam saku celana, dan SR menuju ke Toko Teuka Baru untuk membayar uang pembelian air mineral kepada saksi Zulfitri dan kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Beberapa saat, Zulfitri melihat lemari yang berisikan ratusan kartu Voucher HP telah pecah kacanya serta kartu Voucher HP berbagai jenis telah hilang dan melaporkan kepada korban Romy Purnawan,” bebernya. 

Sebahagian hasil curiannya telah dijual kepada orang lain sebanyak 3 juta rupiah. Sementara itu korban Romy Purnawan dalam laporannya kepada kami mengalami kerugian sebesar 15 juta rupiah.

"Pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 4e dan 5e dengan ancaman Pidana 5 sampai 7 tahun Pidana Penjara," tegasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00