• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Kasus Malnutrisi dan Stunting di Kota Sabang Menurun Drastis Hingga 16,7%

21 January
15:35 2020
1 Votes (5)

KBRN, Sabang: Setelah diluncurkan pada awal tahun 2019, pemerintah Kota Sabang bersama UNICEF dan Flower Aceh, kembali melakukan refleksi kemitraan terkait program Gerakan Anak Sehat (GENASEH).

Seperti diketahui, kemitraan dimaksud merupakan salah satu upaya pemerintah Kota Sabang dalam mensejahterakan rakyat melalui pengentasan malnutrisi pada Ibu dan Anak di Kota Sabang.

Gerakan ini merupakan trobosan yang pertama kali dilakukan di Indonesia, yang dinilai sangat luar biasa oleh sejumlah pihak, tak terkecuali UNICEF selaku mitra kerja pemerintah dalam program ini.

Manfaat ini pun langsung dirasakan oleh masyarakat. Bagaimana tidak, melalui bantuan dana program GENASEH ini, masyarakat dapat meminimalisir terjadinya Malnutrisi dan Stunting pada anak.

Demikian diungkapkan spesialis kebijakan sosial UNICEF Aceh Angga Dwi Martha, saat diwawancarai RRI disela kegiatan refleksi kemitraan Pemko Sabang bersama UNICEF, dalam program GENASEH.

Dikatakan, untuk mempermudah masyarakat maupun pemerintah dalam memonitor capaian di lapagan, pihak UNICEF juga akan menginput data penerima bantuan secara digital.

“Sudah banyak capaian yang kita lakukan. Salah satunya itu Perwal untuk GENASEH, yang mana hingga saat ini sudah hampir 5000 anak dibawah enam tahun menerima manfaat. Juga kita sudah mengembangakan sistem managemen, dimana GENASEH lebih mudah diakses. Jadi lebih gampang untuk dilihat,” jelas Angga, Selasa (21/01/20).

Terangnya, Sabang merupakan salah satu Kabupaten/ Kota di Aceh, yang mengalami penurunan angka stunting yang paling signifikan. Yang mana pada tahun 2018, kasus stunting di Kota Sabang menginjak angka 540 dari 2037 balita atau sekitar 26,5%. Sementara di tahun 2019 menurun drastis, yang tadinya 26,5% menjadi 16,7%.

Untuk itu Pemerintah Kota Sabang bersama UNICEF dan Flower Aceh, akan terus melakukan monitoring di lapangan, serta meningkatkan kinerja, guna mewujudkan cita- cita  bersama, yaitu menurunkan malnutrisi dan stunting di Sabang hingga nol persen.

Hal tersebut dipertegas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BEPPEDA) Kota Sabang, Faisal Azwar, ST, MT. Dikatakan, kedepannya pemerintah Kota Sabang juga akan melibatkan pemerintah gampong, dalam penanganan Malnutrisi dan Stunting ini.

“Setelah ini berjalan dengan bagus, kita akan bekerjasama dengan pemerintah gampong untuk penganggarannya. Sesuai Permendes, dalam penggunaan dana desa ada juga penanganan stunting. Jadi nanti dilakukan bersama- sama dengan pemerintah gampong. Untuk saat ini kita masih sepenuhnya menggunakan dana otonomi khusus,” terang Faisal.

Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama mengawal program yang tengah dijalankan Pemerintah bersama UNICEF dan Flower Aceh ini, guna mempercepat pengentasan Malnutrisi dan Stunting di Kota Sabang. RA

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00