• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Sidang Pledoi, Terdakwa Pembunuh Supir Travel di Aceh Singkil Pasrah Dituntut Hukuman Mati

16 January
22:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Singkil:  Terdakwa kasus Pembunuhan supir travel di Aceh Singkil, Hadi Nurfathon (33) menyatakan pasrah atas tuntutan Hukuman Mati dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Singkil.   Yaitu tuntutan yang disampaikan sebelumnya pada Sidang Penyampaian Tuntutan yang digelar Kamis sore, (09/01/2020) di Pengadilan Negeri Aceh Singkil.

Baca:

http://www.rri.co.id/post/berita/769774/kumham/terdakwa_kasus_pembunuhan_supir_travel_di_aceh_singkil_dituntut_hukuman_mati.html

Pernyataan pasrah disampaikan Hadi Nurfathon dalam Sidang Pledoi atau Pembelaan yang digelar di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Singkil, Kamis (16/01/2020), yang  dipimpin oleh ketua Pengadilan Negeri Singkil, H. Hamzah Sulaiman SH selaku hakim ketua, dan Asraruddin Anwar dan Alfan Perdana sebagai hakim anggota.

Dalam Sidang Pledoi tersebut, Hadi menyatakan permintaan maaf atas perbuatan yang dilakukannya.  Terutama kepada pihak keluarga korban.  Hadi mengatakan menyesali perbuatannya, karena perbuatannya merupakan kesalahan besar baik di mata agama maupun negara. Dan Hadi menyatakan akan menerima apapun hukuman yang diberikan, termasuk hukuman mati.

“Saya sangat menyesali atas perbuatan yang telah saya lakukan.  Perbuatan saya merupakan kesalahan yang sangat besar baik kepada agama maupun negara.  Maka dari itu saya akan menerima bentuk apapun hukuman yang diberikan, termasuk hukuman mati.  Apabila hukuman tersebut bisa membuat pihak-pihak yang saya rugikan merasa senang,” sesal Hadi.

Meskipun menyatakan pasrah, Hadi masih mengharapkan pertimbangan Majelis Hakim.  Ia mengatakan akan menggunakan kesempatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya.  Serta berusaha menjadi orang yang berguna bagi agama, negara, dan keluarganya.

“Apabila masih ada pertimbangan kepada saya, saya akan merasa bersyukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada Majelis Hakim.  Sebagai seorang anak, seorang suami, dan seorang ayah, saya akan menggunakan kesempatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya.  Dan di sisa waktu tersebut, Insya Allah saya akan berusaha supaya saya menjadi orang yang berguna bagi agama, negara, dan keluarga saya,” kata Hadi.

Menanggapi pembelaan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Singkil, Dedi Saputra SH MH menyatakan tetap pada tuntutan awal.  Hal ini dipertegas oleh Ketua Pengadilan Negeri Singkil, H. Hamzah Sulaiman, SH, yang bertindak sebagai Hakim Ketua.

“Pada hari ini tadi, setelah konsultasi dengan pimpinannya, Penuntut Umum tetap pada tuntutannya, yang dibacakan pada sidang terdahulu,” tegas Hamzah Sulaiman.

Atas Ketetapan Putusan Penuntut Umum, Terdakwa Hadi Nurfaton juga menyatakan tetap pada pembelaannya. 

Setelah mendengarkan Ketetapan Putusan Penuntut Umum dan Pembelaan Terdakwa, Hakim Ketua, H. Hamzah Sulaiman menyampaikan akan menggelar sidang lanjutan yaitu Sidang Putusan.  Dijadwalkan Sidang Putusan akan dilaksanakan pada Selasa, (28/01/2020).  Saat menutup sidang Hakim menyampaikan pesan khusus kepada terdakwa.

“Sidang ini diundur sampai dengan hari Selasa, tanggal 28 Januari 2020 dalam acara putusan. Saya berharap saudara tetap beramal, jangan fikiran kemana-mana. Fokus kepada perkara yang sedang saudara alami saat ini,” pungkas Hamzah Sulaiman.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00