• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Mantan Wali Kota Sabang Zulkifli Adam Dituntut 3,9 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi

17 January
00:09 2020
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh: Mantan Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam dituntut 3,9 tahun penjara atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan rumah guru di Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang tahun anggaran 2012. 

Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan yang menghadirkan terdakwa Zulkifli H Adam di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Kamis (16/1/2020).  

Sidang tuntutan terdakwa Zulkifli H Adam dipimpin oleh ketua Majelis hakim Muhifuddin. Hadir kuasa hukum terdakwa, Zulkifli, SH. 

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU, Ismiadi menyatakan terdakwa secara sah meyakinkan menurut hukum melakukan korupsi dalam dakwaan subsider melanggar pasal 3 juncto pasal 18 ayat Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001. 

"Hal yang memberatkan menurut JPU, terdakwa telah melakukan kerugian negara dengan cara memperkaya diri sendiri dan orang lain, selain itu, terdakwa juga berbelit-belit dalam memberikan keterangan," bunyi tuntutan yang dibacakan JPU. 

"Hal meringankan, terdakwa Zulkifli belum pernah menjalani hukuman pidana dan sopan di persidangan."

Berdasarkan bukti dan keterangan saksi-saksi terungkap bahwa terdakwa telah memperkaya diri sendiri atas penjualan tanah miliknya ke pemerintah Sabang melalui Dinas Pendidikan  Sabang untuk pembangunan rumah guru. 

"Sebelum terdakwa membeli tanah Rp 73 ribu per meter, namun dijual ke pemerintah Sabang untuk pembangunan rumah guru Rp 170 ribu per meter," sebut JPU.

Selain hukuman pidana kurungan, JPU juga menuntut terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp100 juta subsider 6 bulan penjara. 

"Menjatuhkan pidana penjara tiga tahun sembilan bulan dan ditambah dengan pidana denda Rp100 juta," kata JPU.

Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 796 juta lebih. Jumlah tersebut selambat lambatnya harus dibayarkan ke negara satu bulan setelah putusan hakim memperoleh kekuatan hukum tetap.

"Jika dalam satu bulan sesudah adanya putusan tetap tidak dibayarkan maka harta benda yang telah disita oleh jaksa berupa dua sertifikat tanah beserta bangunannya akan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut," sebut JPU.

Apabila harta benda yang dilelang tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti maka di ganti dengan pidana kurungan selama satu tahun sembilan bulan.

Sidang dilanjutkan kasus ini akan berlangsung pada 30 Januari 2020 dengan agenda nota pembelaan dari terdakwa dan kuasa hukumnya.

Kasus yang menyeret mantan Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam ini terkait pengadaan lahan pembangunan rumah guru di Gampong Paya Seunara dengan menggunakan APBK Sabang tahun 2012 senilai Rp 1,6 miliar. 

Menurut hasil perhitungan audit, negara dirugikan atas kasus ini mencapai Rp 796,5 juta.  Selain Zulkifli H Adam, kasus ini juga menyeret satu orang lainya ke meja hijau yaitu Mismas selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) saat itu. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00