• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Puluhan Banner dan Spanduk Menyalahi Aturan Ditertibkan

16 January
10:22 2020
2 Votes (5)

KBRN Sabang: Puluhan spanduk dan banner tidak memiliki izin, ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Sabang rabu malam 15 Januari 2019.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Sabang, melalui Sekertaris Pol PP- WH Keri Priono didampingi kepala seksi operasi saat dikonfirmasi RRI kamis pagi menerangkan, selain tidak memiliki izin, puluhan banner dimaksud dianggap merusak. Pasalnya banner milik perusahaan antar jemput itu langsung ditempelkan di pohon dengan cara di paku.

“Setiap ada yang ditempelkan di pohon kayu, itu jelas tidak dibernarkan. Karena itu dapat membuat pohon mati, terlebih itu tidak ada izin dari pihak terkait, yaitu kantor perizinan kita. Makanya kita dari Polisi Pamong Praja dan WH, menertibkan. Agar tidak menyalahi aturan yang ada di Kota Sabang,” terang Keri, Kamis (16/01/20).

Terang pria yang akrab disapa Boss Ker ini, aksi penertiban yang dilakukan pihaknya hingga pukul 02.00 wib tersebut, juga atas laporan warga dan komunitas pecinta lingkungan di Sabang yang menyurati pihaknya.

“Memang ada surat masuk ke kita dari kelompok pemerhati lingkungan di Sabang, yang prihatin atas tindakan yang dilakukan perusahan itu, sehingga kita mengambil tindakan tegas, apa lagi tidak ada izin. Tadi malam ada juga beberapa spanduk yang kita buka. Itu ada tiga spanduk dan tiga puluh lebih banner yang dipaku di pohon,” tegasnya.

Tambahnya, tak hanya sampai di situ, mulai siang hingga malam nanti, pihaknya akan kembali melakukan patroli dan penindakan terhadap spanduk dan banner tak berizin di sejumlah wilayah yang belum terjamah pihaknya malam tadi.

Harapnya, dengan dilakukan penindakan ini akan menjadi pelajaran bagi kelompok, perusahaan dan ataun instansi lainnya yang ingin memajang spanduk atau banner, agar dapat mengikuti aturan yang berlaku, terutama masalah perizinan. RA

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00