• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Warga Leupung Desak PT SBA Realisasikan Air Bersih Kedaerahnya.

7 December
01:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kota Jantho : Warga Tiga gampong dalam wilayah Kecamatan Leupung Aceh Besar mendesak kepada pihak PT Solusi Bangun Andalas (SBA) yang dahulu dikenal PT SAI untuk segera merealisasikan suplay air bersih daerahnya.

Permintaan itu disampaikan Imum Mukim Leupung M Yahya Yusuf kepada RRI usai mengadakan pertemuan dengan Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali di Aula UDKP Leupung, Jumat (6/12/2019).

Menurutnya, permintaan air bersih ke tiga gampong tersebut merupakan kebutuhan  mendesak sebagaimana yang telah dijanjikan sebelumnya oleh perusahaan yang memproduksi semen yang kebutuhan air bersih diambil di daerah mereka.

"Selama ini dari enam gampong tiga gampong diantaranya yaitu Gampong Meunasah Bak U, Lamseunia dan Gampong Maunasah Masjid sudah ada air bersih dari alue ijo bantuan SBA, sedangan tiga gampong yang belum ada air Gampong Meunasah Deyah Mamplam, Pulot dan Gampong Layeun,'sebutnya..

Untuk itu pihaknya meminta kepada PT SBA untuk segera merealisasikan air  bersih ke daerahnya tersebut disamping sejumlah permintaan lain termasuk dalam hal tenaga kerja kiranya dapat merekrut tenaga kerja warga setempat sebagaimana yang telah disepakati dalam MoU.

“Selama saya sudah sekitar satu tahun menjabat sebagai imum mukim sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pihak manajemen PT SAI dan sebenarnya sudah ada peerhatian hanya saja terkesan lamban padahal air bersiah kebutuhan mendasar warga,”demikian M Yahya Yusuf

Sementara itu Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali yang dimintai tanggapannya berjanji akan mencari solusi terhadap apa saja permasalahan yang dihadapi warga Kecamatan Leupung dengan PT SBA tersebut.

"Masalah air bersih, yang digunakan masyarakat sehari hari merupakan hal utama yang harus kita selesaikan, dan pemerintah akan berusaha semampunya untuk menindak lanjuti," tambah Mawardi Ali.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00