• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemerintah

Bincang Bintang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan PNM Mekaar

5 December
20:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyapa dan bersilahturahmi dengan nasabah Mekaar dan Account Officer (AO) di Cabang Banda Aceh dan berdialog bersama dengan Ibu Bintang Puspayoga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di Banda Aceh, Kamis (5/12/2019).

Kegiatan ini sebagai lanjutan rangkaian dari acara Peringatan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2019. Dalam kegiatan ini diawali dengan acara Pengembangan Kapasitas Usaha yang akan membahas manajemen keuangan sederhana, yang dilanjutkan dengan kesenian tradisional sebagai pembuka acara tarian khas Aceh, Tari Ranup Lampuan.

Dialog Bincang Bintang dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Bintang Puspayoga, Direktur Utama PT PNM (Persero) Arief Mulyadi, Ketua PKK Provinsi Aceh Dyah Erti Idawati Wakil, dan Plt Gubernur  Nova Iriansyah.

Direktur Utama PT PNM (Persero) Arief Mulyadi mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan manajemen usaha, baik didapat dari materi program ataupun saling berbagi pengalaman diantara peserta program atau anggota kelompok, sebagai pengembangan pasar.

“Sehingga keberadaan kelompok ini dapat dimanfaatkan anggotanya sebagai jaringan pemasaran baru untuk wilayah daerah maupun regional Banda Aceh,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan, penyebab semua masalah perempuan dan anak tidak terlepas dari persoalan ekonomi, jika para ibu rumah tangga bisa memperkuat dan meningkatkan kualitas diri serta mandiri di bidang ekonomi.

“Tentunya ke depan perempuan tidak hanya mendampingi suami tapi juga akan membantu menopang ekonomi keluarga. Hal inilah yang bisa menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga saat melakukan dialog dalam Bincang Bintang bersama 300 perempuan nasabah dan 63 perempuan pendamping (Account Officer) PNM Mekaar.

Menteri Bintang juga menyampaikan pesan kepada para perempuan nasabah mekaar untuk terus semangat, jujur, disiplin dan kerja keras sesuai  motto PNM. Jika model kerja ini ditanamkan, Menteri Bintang berharap semoga usaha yang dijalani tidak stagnan dan bisa naik kelas dan terus berkembang lagi ke depan. 

“Jangan pernah menyerah dan mudah puas, ibu-ibu harus tingkatkan kualitas produk usaha dan kualitas diri masing-masing. Tidak ada yg tidak bisa dan tidak mungkin asalkan ada kemauan dan kerja keras,” tegas Menteri Bintang.

Para pendamping (AO) PNM Mekaar juga diingatkan Menteri Bintang untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. 

“Manfaatkan program dari PNM untuk kuliah di Universitas Terbuka. Dedikasikan diri kalian untuk bekerja dengan baik dan maksimal, tapi jangan lupa untuk menuntut ilmu,” pesan Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga meminta kepada para AO untuk mendampingi nasabah-nasabah dengan sabar. Selain itu sesuai kesepakatan, ia juga meminta kepada para pendamping agar tidak hanya mendampingi nasabah dalam berwirausaha, tapi juga menjadi duta dalam menyampaikan isu-isu terkait perempuan dan anak. 

“Kami mohon dukungan dan kerjasama untuk memajukan perempuan indonesia khususnya di Banda Aceh,” tutur Menteri Bintang.

 

Tentang PT Permodalan Nasional Madani (Persero)

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan dengan memberikan pembiayaan, pendampingan dan pembinaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

PNM memiliki dua produk unggulan yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang diperuntukan kepada pelaku UMKM, serta Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang memberikan layanan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Dalam merealisasikan komitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan dan pembinaan usaha kepada nasabah, baik berupa pelatihan tematik hingga pembinaan dan pelatihan kelompok usaha (klaster) yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun jenis usaha.

Saat ini PNM memiliki 2.854 kantor layanan, yang terdiri dari 62 kantor cabang PNM, 628 kantor layanan ULaMM dan 2.164 kantor cabang Mekaar yang melayani UMK di 34 Provinsi, 393 Kabupaten, dan 5.008 Kecamatan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00