• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

BNN Musnahkan 160 Ribu Batang Ganja di Aceh

6 December
01:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Badan Narkotika Nasional memusnahkan 160 ribu batang ganja siap panen di kebun seluas 4 hektar di Desa Lambada, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (5/12/2019).

Operasi pemusnahan narkotika jenis ganja ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Narkotika Alami Deputi Pemberantasan BNN RI Kombes Pol Aldrin Hutabarat. Dalam operasi ini turut dikerahkan 104 personel gabungan dari Polri dan TNI. 

Untuk menuju ke lokasi ladang ganja, petugas harus mendaki perbukitan. Lokasi ladang ganja ini berada di ketinggian 319 Meter Diatas Permukaan Laut. 

Petugas memusnahkan tanaman ganja ini dengan cara mencabut lalu kemudian dibakar, sebagian disita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. 

Adapun batang ganja yang dimusnahkan ini ketinggiannya bervariasi antara 50 sampai dengan 260 Centimeter. Kerapatan tanaman 3-4 batang per meter persegi. Sementara jumlah tanaman 160.000 batang yang ditanam di atas lahan seluas 4 hektar dengan berat basah sekitar 32 ton. 

Kasubdit Narkotika Alami Deputi Pemberantasan BNN RI Kombes Pol Aldrin Hutabarat menjelaskan, kronologi penemuan ladang ganja ini pada tanggal 3 Desember 2019 tim Badan Narkotika Nasional melaksanakan penyelidikan terhadap adanya dugaan penanaman ganja disekitar Desa Lambada.

"Setelah dilaksanakan penyelidikan pada lokasi tersebut, tim gabungan berhasil menemukan lokasi ladang ganja, atas penemuan tersebut maka pada hari ini tim melaksanakan pemusnahan ladang ganja," ujar Aldrin. 

Pada kegiatan penggrebekan dan pemusnahan ladang ganja ini petugas tidak menemukan pemilik tanaman tersebut. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan siapa pemilik ladang ganja ini. 

"Pasal yang diterapkan : Pasal 111 Ayat (2) Undang - Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup," tegasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00