• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Pertamina Sanksi 53 Pangkalan Gas Elpiji Nakal di Aceh

21 October
15:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Pertamina memberikan sangsi kepada 53 pangkalan gas elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Sangsi ini dikenakan kepada pangkalan gas elpiji yang melakukan tindakan pelanggaran dengan menjual gas elpiji tabung 3 kilogram di atas harga enceran tertinggi (HET). 

Sales Branch Manager Area II Pertamina cabang Aceh Unggul Adi Wibowo mengatakan, sangsi yang diberikan oleh pertamina ini terhitung sepanjang bulan Oktober 2019. 

Unggul menjelaskan, Pertamina memberikan sangsi karena pangkalan gas elpiji 3 kilogram melakukan pelanggaran dengan menjual gas tabung tiga kilogram yang merupakan gas subsidi pemerintah di atas HET. 

“Modus yang ditemukan, oknum pangkalan menjual gas elpiji 3 kilogram kepada masyarakat atau tingkat pengecer dengan harga bervariasi di antara Rp22 ribu  hingga Rp25 ribu, padahal HET yang ditentukan Rp 18 ribu pertabung. Pelanggaran lain dilakukan menjual gas bersubsidi kepada yang tidak berhak,” kata Unggul di Banda Aceh, Senin (21/10/2019). 

“Sejaun ini kami sudah memberikan banyak sangsi kepada pangkalan karena peanggaran yang dilakukan penjualan tidak sesuai secara harga, maupun konsumen yang disasar oleh pangkalan tidak sesuai,” tegasnya. 

Unggul menambahkan, sangsi yang diberikan ini berupa pengurangan kuota tabung gas hingga pencabutan izin pangkalan. “Sangsi yang diberikan berupa pemotongan alokasi, skorsing dan PHU,” ujarnya. 

Sejauh in, kata Unggul, di tingkat agen belum ada pelanggaran yang ditemukan, karena menurutnya pada tingkat agen manajemen pendistribusian gas tabung elpiji 3 kilogram sudah cukup bagus dan bisa dipantau oleh pertamina. 

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk melapor kepada pertamina jika melihat ada oknum-oknum pangkalan gas elpiji 3 kilogram melakukan kecurangan seperti menjual gas elpiji bersubsidi di atas harga yang telah ditentukan. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00