• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemerintah

BNNK Banda Aceh dan Lapas Perkuat Pencegahan Peredaran Narkoba

14 October
23:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh menandatangani nota kesepahaman pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Banda Aceh di ruang rapat Wali Kota, Balai Kota Banda Aceh, Senin (14/10/2019).

Penandatanganan MoU oleh Kepala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra dan Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Ridha Ansari disaksikan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Nasir. 

Acara penandatanganan MoU ini juga turut dihadiri para pejabat Pemko Banda Aceh, seperti Asisten Tata Pemerintahan, Faisal, Kepala Kebangpol, T Samsuar serta para pejabata jajaran Lapas, BNNP dan BNNK.

Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman mengungkapkan kebahagiannya. Aminullah sangat mengapresiasi kerjasama yang terbangun antara kedua lembaga tersebut. “Kerjasama BNNK dan Lapas akan semakin memperkuat sisi pencegahan peredaran narkoba di Banda Aceh karena ruang gerak pengedar akan semakin sempit,”ungkapnya.

Dari poin-poin kesepakatan, kata Aminullah salah-satunya terdapat poin deteksi dini penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika melalui tes urine untuk Petugas Lapas. 

“Kerjasama menunjukkan komitmen kuat pencegahan yang dimulai dari internal Lapas. Para terpidana pun selama ini terlihat masih melakukan hal yang sama, masih terlibat kegiatan mengedar saat sudah di penjara. Ketika kerjasama ini terbangun kita optimis mata rantai itu bisa diputuskan,” harap Aminullah.

Sementara diluar Lapas pihak BNNK dan BNNP juga terus melakukan tugas-tugas pencegahan dan pemberantasan. “Dengan kerjasama ini, semoga predikat Banda Aceh sebagai kota terendah peredaran narkotika di Indonesia bisa terus ditekan, tidak boleh naik lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Aminullah juga menyampaikan Pemko Banda Aceh terus mendorong seluruh elemen untuk terus melakukan pengawasan dan pengawalan terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika hingga ke pelosok gampong (desa).

“Beberapa waktu lalu kita sudah dorong para camat dan para keuchik menandatangani komitmen pemberantasan narkoba. Ketika kesiagaan sudah sampai ke tingkat gampong, maka akan sulit bagi bandar untuk mengedar barang haram tersebut,” tambah Aminullah.

Sementara itu Kepala BNNP, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser menyampaikan kerjasama ini dibangun untuk mengantisipasi peredaran narkoba dengan pencegahan.

Katanya, dirinya sangat sedih melihat narkotika sudah mulai menyasar anak-anak muda, baik pengguna maupun pengedar. Penghuni Lapas juga saat ini mayoritas penghuninya adalah dari kasus narkoba. 

Data yang diungkap Kalapas Kelas II Banda Aceh, Ridha Ansari, dari 709 napi 549 merupakan dari kasus narkotika atau mencapai (77,43). Dari 549 tersebut, kasu sabu sebanyak 480 dan ganja 69 orang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00