• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemerintah

Peran KIG di era digital : "tangkal Hoaks"

22 September
10:55 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sabang : Kelompok Informasi Masyarakat atau di Aceh di kenal KIG (kelompok Informasi Gampong) sangat relevan di era sekarang. Selain menjadi jejaring Informasi dan hasil Produksi, KIG di harapkan mampu penyaring Informasi Hoaks dan ujaran kebencian. 

Direktur Tata kelola Kemitraan Komunikasi Publik Kemkominfo RI Publik Salamatta Sembiring mengungkapkan Fungsi Kelompok Informasi Masyarakat atau di Aceh di kenal dengan Kelompok Informasi Gampong (KIG) sangat relevan dengan zaman era kekinian. Ia menjelaskan di era digital sekarang KIM/KIG diharapkan juga mampu menangkal Informasi tidak benar (Hoax) dan  Ujaran Kebencian yang marak beredar di dunia maya.  Hal itu dikatakannya dalam Dialog bersama RRI Kamis (19/9/2019) malam pada Kunjungan Pegawai Jabatan Penerangan Malaysia dan rombongan Kelompok Harapan Malaysia (KHM) ke Indonesia di Salah satu Penginapan di Sabang. Salamatta menilai Fungsi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Kelompencapir di era 80-an dulu.

“ sebagai jejaring ya ketahanan kepada masyarakat dari Informasi yang menyesatkan, Sebenarnya, itu fungsi utamanya, dari dulu itu zaman kelompencapir itu tidak jauh beda juga fungsinya, kalau sekarang kita sebut hoaks, Ujaran Kebencian (hate speech) nah itu dia tahan, Karena dia telah cerdas sehingga menjadi imun, Dan ini relevan dengan sekarang dimana era digital sekarang ini hoaks dimana-dimana” ujarnya .   

Ia menilai KIG di Sabang sudah cukup baik pengelolaanya dan memiliki SDM yang piawai, Namun di era digital KIG harus menyesuaikan diri guna tetap memimpin  opini di masyarakat untuk menjadi tameng dari Informasi tidak benar. Kerjasama KIM dengan Negara-negara ASEAN termasuk Malaysia sudah pernah di gagas, Seperti dengan Brunei, dan Thailand, Namun yang masih berjalan saat ini adalah dengan Negara Malaysia dan telah di lakukan Penandatangan Kesepahaman di tahun 1984. 

Sementara itu Pengarah Jabatan Penerangan Negeri Pahang Malaysia, Mohd Salmun Bin Mustafa mengatakan di Malaysia, Komuniti Harapan Malaysia (KHM) lebih banyak menyampaikan Informasi atau kebijakan dari Kerajaan, Dan Menjadi media penyelesaian Konflik di tingkat masyarakat. Namun Demikian KHM di Malaysia juga mampu memasarkan hasil Produksi menggunakan Jejaring nya.

“bila saya lihat di Kota Sabang ini Komiunitas dan aktifitasnya hampir sama, tapi di Malaysia kami lebih fokus yang pertama KHM ini sebagai media pesan Kerajaan, Juga menmpererat hubungan masyarakat, bila ada masalah di masyarakat kita minta KHM ini sebagai penengah” tutunya. 

Ia juga menambahkan cukup mengapresiasi KIG di Sabang, Dengan semangat seluruh anggotanya dan mampu mengembangkan hasil produksi rumah tangga lewat jejaring KIG. Selain itu KIG juga dimanfaatkan dengan baik dalam dunia Pariwisata untuk memperkenalkan objek-objek wisata, Terutama Wisata bahari di Sabang.

Dalam Dialog Bersama RRI Sabang tersebut juga hadir Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh Marwan Nusuf. Ia menyebutkan saat ini Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan web 6.497 gampong dan mendorong terbentuknya kelompok Informasi masyarakat untuk dapat memanfaatkannya sebagai akses pemasaran bagi Usha Kecil dan Menengah (UKM).

“ kita saat ini sudah menyiapkan 6.497 gampong seluruh Kabupaten/Kota di Aceh. Kita sudah siapkan domainnya, Jadi ini tinggal dimanfaatkan oleh masyarakat. Kita datang ke Sabang salah satu bentuk keseriusan untuk Sabang. Bapak Gubernur juga sudah berpesan berikan yang terbaik, Kunjungan delegasi Malaysia ini juga bentuk marketing untuk Sabang, Diharapkan ada Peningkatan  kunjungan wisatawan ke Sabang”.

Dalam malam ramah tamah tersebut juga di hadiri unsur Pemerintah Kota Sabang seperti Sekda Kota Sabang Drs Zakaria M.M, Assisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan Setdako Sabang Drs. Kamaruddin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang Faisal S.Sos serta anggota sejumlah Geuchik, anggota KIG Sabang dan KHM dari Malaysia. (MT)     

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00