• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Pasutri yang Rantai Anak karena tidak Mau Ngemis Dijerat UU Eksploitasi

21 September
22:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Lhokseumawe : Polisi telah menetapkan tersangka terhadap pasangan suami istri (pasutri) di Lhokseumawe, Aceh, yang diduga telah melakukan penganiayaan dan merantai anak kandungnya karena tidak mau mengemis. 

Sebagaimana diberitakan, MS (9) anak di bawah umur mendapat perlakuan penganiayaan dari kedua orang tuanya. Ayah tiri korban berinisial MI (39) dan UG (34) ibu kandungnya diduga telah melakukan praktik eksploitasi terhadap anaknya sendiri dengan cara menyuruhnya untuk meminta-minta atau mengemis di jalanan Kota Lhokseumawe. 

Fakta mencengangkan terungkap berdasarkan penyelidikan Satreskrim Polres Lhokseumawe. Kedua orang tua korban mengakui perbuatannya dengan menyuruh korban untuk mengemis. Jika tidak membawa pulang uang hasil ngemis, korban dirantai di rumahnya. 

Fakta selanjutnya, hasil mengemis yang didapat korban, diambil oleh orang tuanya untuk membeli narkoba (sabu) dan judi. 

Kasatreskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang dalam naskah pers yang diterima RRI, Sabtu (21/9/2019) mengatakan, ibu kandung MS warga Lhokseumawe, sementara ayah tirinya warga Kabupaten Pidie. 

Keduanya, kata Indra, telah ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Keduanya dijerat pasal tentang perlindungan anak. 

"Pasal 88 Jo Pasal 76 huruf (i) UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 44 Ayat (1) Jo Pasal 45 Ayat (1) UU RI No 23 Tahun 2004 Tentang P-KDRT Jo Pasal 65 KUHP," kata Indra. 

Keduanya, tegas Indra, terancam pidana penjara 10 tahun. "Tersangka diancamp dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)," katanya. 

Diketahui, kedua orang tua korban ini tidak memiliki pekerjaan, hasil mengemis dari korban inilah menjadi sumber pendapatan mereka. Setiap harinya korban disuruh meminta-minta di jalanan seputaran kota Lhokseumawe dan harus membawa pulang uang Rp 100 ribu dalam sehari. Bahkan kakak kandung korban juga mengalami hal serupa. 

Indra mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihaknya mendapat laporan dari warga terkait adanya tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur oleh orang tuanya sendiri. 

"Korban tinggal bersama orang tuanya di Lr. Metro, Desa Kota Lhokseumawe, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe," sebut Indra. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00