• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Polisi Ringkus Tersangka Penipuan Proyek Fiktif, Modus Pengadaan Mesin Generator PLN

20 September
21:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Polisi meringkus satu orang tersangka dalam kasus tindak pidana penipuan proyek fiktif pengadaan mesin generator pada PT. PLN (Persero) Lueng Bata, Banda Aceh. 

Tersangka yang ditangkap berinisial HP (33) warga desa Peuyeurat, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. 

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Muhammad Taufiq mengatakan, personel Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, menindaklanjuti laporan polisi nomor LPB / 418 / IX /2019 / SPKT tanggal 16 September 2019 yang dilaporkan oleh korban bernama Yodida Herli.  

"Tersangka yang dikenal oleh korban bekerja pada PT. PLN (persero) telah melakukan pengurusan pengadaan mesin generator pada proyek fiktif di PT. PLN (Persero) Lueng Bata Banda Aceh," kata Taufik di Banda Aceh, Jumat (20/9/2019). 

Taufiq menjelaskan, tersangka HP melakukan tindak pidana penipuan pengadaan mesin generator pada proyek fiktif  terhadap korban Yodida Yerli (51), warga Ie Masen, Banda Aceh.

"Tersangka melakukan penipuan terhadap korban dalam pengurusan proyek mesin generator di PT. PLN (Persero) dengan keperluan proyek engineering untuk alokasi di Kabupaten Simeulue, yang ditangani oleh PT. MAHAKARSA dengan harga 1.081.375,-," sebutnya. 

Taufiq menuturkan, saat itu korban dan pelaku berjumpa di Bank Negara Indonesia (persero) dan diminta oleh tersangka untuk menyerahkan uang senilai 1.081.375,- dengan perjanjian antara tersangka dan korban yang akan membayar hak sewa engineering nantinya oleh tersangka sebesar 97.800.275,-. 

"Setelah beberapa bulan menunggu kabar dari tersangka, korban merasa curiga dan melakukan pengecekan proyek tersebut ke kantor PT. PLN (Persero) Lueng Bata Banda Aceh,  namun proyek tersebut tidak ada (fiktif) dan itu hanya akal-akalan tersangka," ungkap Taufiq. 

Adapun barang bukti yang diamankan berupa slip transfer uang dari tangan korban dan saat ini barang bukti tersebut telah disita untuk kelengkapan penyidikan. 

"Tersangka setelah di amankan tadi sore, selanjutnya dibawa ke Polresta Banda Aceh guna mempertanggung jawabkan atas tindak pidana penipuan dan penggelapan sesuai pasal 378 jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara," tegasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00