• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

DPO Kasus Korupsi di Disparbudpora Pidie Menyerahkan Diri ke Jaksa

20 September
19:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pidie : Satu orang tersangka kasus korupsi dugaan penyimpangan pengelolaan dana kegiatan pengadaan tanah untuk sarana olahraga pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pidie menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Pidie, Jumat (20/9/2019).

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Aceh Munawal Hadi mengatakan, tersangka sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) penyidik. 

Tersangka, terang Munawal, bernama Ibrahim Nyak Mad. "Tersangka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan RI. Akhirnya tersangka menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Pidie pada Jumat (20/09/2019) sekitar pukul 13.00 WIB," kata Munawal di Banda Aceh, Jumat (20/9/2019). 

Munawal menjelaskan, tersangka tersangkut perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan/penyalahgunaan pengelolaan dana kegiatan pengadaan tanah untuk sarana olahraga pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga  Kabupaten Pidie tahun anggaran 2017. 

"Kasus ini juga ikut melibatkan mantan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga bernama Arifin yang sebelumnya telah ditangkap oleh kejaksaan," ujarnya. 

Kini tersangka telah menjalani pemeriksaan di ruang penyidik dan akan ditahan. 

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pidie, Aceh meringkus Mantan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pidie bernama Arifin yang terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi. Jaksa juga menetapkan Arifin dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak bulan November 2018 lalu.

Tersangka Arifin diciduk dikediamanya yang berada di Desa Teungoh Drien, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Rabu (18/9/2019) lalu. 

Kepala Kejaksaan negeri (Kejari) Pidie Efendi SH mengatakan, kronologi penangkapan berlangsung di rumah tersangka sekitar pukul 12.30 WIB. Proses penangkapan ini berlangsung dramatis pasalnya ada upaya perlawanan yang dilakukan oleh keluarga tersangka.

“Kita berhasil mengamankan DPO atas nama Arifin. Setelah mendatap informasi kita langsung bergerak ke lokasi. Kita sebenarnya telah mengintai sejak dua bulan yang lalu,” kata Efendi.

“Ada perlawanan dari istrinya, sehingga kita melakukan upaya paksa. Sempat ditutup pintunya nggak boleh buka, sehingga kita lakukan upaya paksa. Tapi setelah pintu terbuka tidak ada lagi perlawanan,” tambahnya.

Saat ini tersangka sedang menjalani proses pemeriksaan medis di ruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pidie dan akan dilakukan BAP.  

Dijelaskan Efendi tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Oktober 2018 atas kasus pengadaan tanah untuk lapangan sepak bola kali kaki di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya.

Dikatakan Efendi, Berdasarkan hasil Audit BPKP Aceh, jumlah kerugian negara pada kasus ini sebesar Rp 1,1 miliar dari total pagu anggaran pengadaan tanah lapangan bola tersebut sebesar Rp 2,3 miliar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00