• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ragam

Semua Pihak diimbau Bijak Sikapi Hasil Pemilu

18 April
13:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh: Semua pihak diminta untuk tetap tenang dan bijak, dalam menyikapi perhitungan cepat (quick count), hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menetapkan secara resmi hasil Pemilu (real count), paling lama 35 hari setelah pemungutan suara, tepatnya tanggal 22 Mei 2019.

Menyikapi maraknya perbincangan masyarakat terkait hasil quick count, dan proses penyelenggaraan pesta demokrasi, Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Hendra Syahputra, M.M berharap, selama pada masa perhitungan suara oleh KPU, semua pihak harus mengedepankan penggunaan bahasa yang santun dalam berkomunikasi secara langsung maupun bermedia, menghindari penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, fitnah, ghibah maupun sikap yang dapat memicu perpecahan antar sesama. 

“Perbedaan pandangan dan pilihan, dalam pesta demokrasi adalah hal biasa, karena orang yang terlahir dari rahim ibu yang sama sekalipun, dapat berbeda pendapat, apalagi yang berbeda suku, agama, ras dan golongan dalam suatu negara. Namun perbedaan itu, harus disikapi secara bijak, karena untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa, serta dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), membutuhkan peran serta dan kerjasama semua pihak,” ujarnya kamis (18/4/2019).

Hendra Syahputra, penerima penghargaan Kepolisian daerah Aceh, sebagai salah satu dari delapan belas orang berprestasi, untuk kategori pakar manajemen media tersebut berpendapat, Presiden dan wakil presiden, serta anggota legislative terpilih pada pemilu serentak tahun ini, maupun yang belum beruntung, termasuk kalangan masyarakat yang berbeda pilihan, sepatutnya dapat membangun komunikasi yang baik antar sesama, demi negeri tercinta Indonesia, bukan justru sebaliknya kekal dalam perselisihan. 

 

 


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00